Protes kemenangan Jabar dicuekin, pelatih gulat Kaltim jotos wasit

Senin, 26 September 2016 18:38 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Protes kemenangan Jabar dicuekin, pelatih gulat Kaltim jotos wasit Ilustrasi Penganiayaan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kericuhan pecah dalam pertandingan gulat di ajang PON XIX/2016, Jabar. Pelatih asal Kalimantan Timur yang tidak terima dengan poin kemenangan yang ditorehkan Jabar meledakkan emosinya.

Bahkan wasit asal Iran diduga menjadi korban pemukulan oleh pelatih Kaltim dalam laga yang digelar di GOR Saparua, Kota Bandung tersebut, Senin (26/9) siang tadi. Saat itu pertandingan dilangsungkan antara Bagus Nurul melawan Ardiansyah di kelas 65 kilogram.

Informasi dihimpun, kericuhan berawal ketika official asal Kaltim tidak terima dengan kemenangan Jawa Barat. Ketidakpuasan keputusan wasit, situasi pecah di meja dewan hakim. Official asal Kaltim meledak emosinya ketika protes tidak digubris. Dewan hakim menegaskan keputusan tetap pada hakim.

"Yang bersangkutan (pelatih), tidak terima terhadap keputusan wasit. Dia melakukan tindakan sepihak dengan melakukan pemukulan. Wasit itu padahal dari Iran," kata Wakil Juru Bicara PB PON Jabar Ruddy Gandakusumah, dalam jumpa pers di media centre, The Trans Luxury Hotel Bandung, Senin (26/9).

Kericuhan yang terjadi di dalam arena tersebut menyulut emosi penonton di atas tribun. Suporter Jawa Barat yang terprovokasi sempat melempar beberapa benda ringan ke dalam arena, khususnya ke official Kaltim.

Situasi yang memanas membuat petugas keamanan turun tangan. Situasi sempat mereda kala penonton justru melakukan selawatan di atas tribun.

"Kericuhan dikarenakan Kaltim tidak terima keputusan wasit, sehingga pelatih dari gulat komplain kinerja wasit, bahkan meja wasit ditendang hingga rusak," ungkap Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana kepada wartawan.

Keributan sempat reda, tapi situasi sempat memanas lagi di luar pintu antara Kontingen Jabar dan Kaltim.

"Gulat di Saparua. Kericuhan sedikit hasil. Sehingga dinding pembatas rusak," terangnya.

Ruddy menyayangkan kericuhan yang terjadi di arena PON tersebut, apalagi sang pengadil berasal dari luar. "Ini saya berharap bisa diselesaikan. Semua CCTV ada karena terekam. Nanti bisa dibuktikan," tandas Ruddy.

Nasib pertandingan sendiri sementara waktu ditunda. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini