Program KB Hilangkan Nama Nyoman dan Ketut, Ini Kata Kepala BKKBN
Merdeka.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo angkat bicara mengenai penolakan program KB di Bali. Hasto menyebut bahwa program KB tak akan menghilangkan nama Nyoman (anak ketiga) dan Ketut (anak keempat) di Bali.
Hasto menerangkan, pihaknya telah menyiapkan grand design sebagai jawaban dari keluhan Gubernur Bali, Wayan Koster tentang program KB yang dinilai menghilangkan nama Nyoman dan Ketut.
"Kami sudah diskusi itu dengan Pak Gubernur (Bali). Tinggal kita tuangkan dalam bentuk grand design pembangunan kependudukan," ujar Hasto di Yogyakarta, Kamis (7/11).
Hasto menceritakan, permasalahan tentang KB pernah disampaikan langsung oleh Koster kepadanya. Menurut Koster, nama Nyoman dan Ketut merupakan kearifan lokal atau local genius di masyarakat Bali.
"Ketut ini nomor empat ya. Pak Gubernur Bali mengatakan wah saya kalau anaknya cuma dua kan nama Ketut hilang. Padahal nama Ketut itu bagian dari local genius yang ada," ungkap Hasto.
Penjelasan Hasto
Hasto mengungkapkan, banyak pasangan subur yang tidak mempunyai anak dengan jumlah persentase sebesar 10 persen. Sehingga 10 persen pasangan subur bisa memiliki empat anak.
"Saya bilang ke Pak Gubernur. Pak Gubernur tidak semua orang itu bisa melahirkan anak dua atau tiga. Banyak pasangan usia subur yang tidak punya anak jumlahnya hampir 10 persen," ucap Hasto.
"Maka kalau Pak Gubernur mau menargetkan anaknya empat yang anaknya empat 10 persen saja. Yang 10 persen (lain) kan (ada) nggak punya anak. Sehingga yang 10 persen nol ditambah 10 persen empat dibagi dua kan sama saja dua. Karena rata-rata tetap 2,1," sambung Hasto.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya