Pria Ini Jalan Kaki Jateng-Jakarta Buat Salurkan Aspirasi ke Jokowi
Merdeka.com - Lilik Yuliantoro (29), pemuda dari Desa Ketangar, Blora, Jawa Tengah, melakukan aksi jalan kaki dari Grobogan, Jawa Tengah, menuju Istana Negara untuk menemui Presiden Jokowi. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk menyampaikan seribu aspirasi terkait keluhan masyarakat di seputar Jateng.
"Kami ingin sampaikan seribu aspirasi semua warga yang saya temui di sepanjang jalan. Dengan niat jalan kali dari Grobogan ini bisa kami sampaikan ke Presiden," kata Lilik Yuliantoro saat ditemui di Semarang, Selasa (27/11).
Pihaknya dalam perjalanan mencoba menemui sejumlah warga untuk meminta aspirasi. Hingga saat ini, dia sudah mengumpulkan 285 aspirasi dari warga.
"Saya merajut aspirasi ini dari warga-warga yang saya temui saat di jalan. Target bisa menambah aspirasi lagi dari masyarakat," ujarnya.

Pemuda Jalan Kaki Ke Jakarta Demi Salurkan Aspirasi Warga Jateng ©2018 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama
Permasalahan yang akan disampaikan meliputi keberadaan nasib guru honorer yang ingin statusnya diangkat sebagai PNS, PKL yang ingin mendapat tambahan modal, petani yang ingin dipermudah dalam mengakses pupuk, warga yang ingin nikah gratis, dan seputar bantuan raskin, serta KIP yang kurang tepat sasaran.
"Sebagai contoh saja, saya melihat ibu di Grobogan, punya empat anak perempuan kecil-kecil yang ditinggal suami. Ibu ini ingin bisa menyekolahkan anaknya tapi tidak punya biaya," jelasnya.
Aksi jalan kaki tersebut diprediksi memakan waktu 28 hari sampai Jakarta. Dia optimis bisa bertemu Jokowi di Jakarta.
"Ada teman-teman relawan Jokowi di Jakarta yang bersedia memfasilitasi pertemuannya," terangnya.
Aksi jalan kaki yang dilakukan bukan pertama kali. Pada 2014, pernah jalan kaki Blora-Semarang demi meminta keadilan buat klub Persikaba Blora. Pada 2018 Lilik kembali melakukan aksi jalan kaki Blora-Semarang demi mendukung Ganjar Pranowo terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode.
Dalam melakukan aksi jalan kaki itu, Lilik hanya membawa satu tas ransel dan bendera merah putih yang dia pasang di tongkat sepanjang 1,5 meter. Di dalam tas, dia menyimpan pakaian dan berlembar-lembar kertas HVS yang berisi aspirasi warga.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya