Presiden Jokowi Dijadwalkan Tinjau Persiapan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Besok
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau langsung proses persiapan uji klinis vaksin Covid-19 di Kota Bandung, Selasa (11/8). Semua tempat sudah disterilisasi untuk mengantisipasi potensi keberadaan virus corona tersebut.
Proses persiapan yang dimaksud adalah proses swab kepada calon relawan uji klinis vaksin Covid-19. Setelah mereka dinyatakan negatif, maka calon relawan tersebut bisa mengikuti tahapan berikutnya.
Peninjauan Presiden Joko Widodo tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. Ia sendiri meminta semua persiapan harus mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.
"Yang terpenting, proses uji vaksin perdana besok harus sesuai protokol kesehatan. Mengingat besok akan ada Presiden yang langsung meninjau," kata Terawan melalui siaran pers yang diterima, Senin (10/8).
Selain kunjungan ke RSP Unpad untuk meninjau proses vaksinasi, Presiden Joko Widodo juga direncanakan bakal menyambangi PT Biofarma sebagai produsen vaksin yang berada di Jalan Pasteur, Kota Bandung.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unpad, Dr Setiawan menjelaskan, sebelum dimulai proses uji klinis, semua kondisi kesehatan para tenaga kesehatan sudah diperiksa. Kemudian, ruang uji vaksin yang berada di lantai dua RSP Unpad pun sudah dilakukan sterilisasi sesuai dengan prosedur.
"Jadi kondisi ruangan untuk uji klinis jauh lebih aman dibandingkan kondisi seperti biasa. Karena sudah ada penapisan lebih awal,” kata Setiawan.
Di sisi lain, Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Universitas Padjajaran (Unpad) sudah melakukan swab tes (tes usap) metoda Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada 21 relawan yang bakal mengikuti uji vaksin dari Tiongkok itu.
Dokter Laboratorium Riset Uji Vaksin Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad, dr Sunaryati Sudigdoadi mengatakan tes dilakukan di RSP Unpad, Jalan Eyckman, Kota Bandung. Hasil sementara, semua calon relawan yang menjalani tes dalam keadaan sehat.
Hasil tes usap akan keluar pada Selasa (11/8). Jika hasilnya negatif, maka maka para calon relawan itu bisa mengikuti uji klinis vaksin. Begitupun sebaliknya, jika hasilnya positif, tidak diperkenankan mengikuti tahap berikutnya.
"Dari 21 orang itu tadi pada sehat semua, ada yang anak muda, ada ibu-ibu, jadi semuanya sehat. Hasil (tes Swab) besok. (kalau yang negatif) dites cepat (rapid test). Kalau memang semuanya memenuhi syarat, pasti 21 orang itu besok dilakukan penyuntikan uji klinis vaksin," pungkasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya