Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prajurit tembak mati maling sawit, ini kata Kapendam Sriwijaya

Prajurit tembak mati maling sawit, ini kata Kapendam Sriwijaya Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapendam II Sriwijaya, Letkol Info Imanulhak membenarkan seorang prajurit TNI menembak mati pencuri sawit milik PTPN VII Banyuasin. Dia berdalih, penembakan tersebut prosedural karena membahayakan anggota.

Menurut dia, saat kejadian sebanyak sepuluh petugas keamanan, masing-masing terdiri dari delapan anggota Batalyon Kavaleri V, seorang sekuriti, dan seorang anggota polri, memergoki kedua pelaku sedang mencuri sawit. Lalu, kedua pelaku mencoba melawan dengan cara mengayunkan parang hingga akhirnya Pratu I melepaskan tembakan dan mengenai paha pelaku hingga tewas dalam perawatan di Puskesmas.

"Penembakan sesuai prosedur. Pratu I sudah diperiksa di Denpom, keluarga pelaku juga sudah didatangi untuk diberikan kejelasan," ungkap Imanulhak, Jumat (20/10).

Dikatakannya, pengamanan di PTPN VII oleh anggota TNI mendapatkan izin dari atasan. Anggota juga dilengkapi dengan persenjataan standar saat bertugas.

"Memang ditugaskan menjaga obyek vital," ujarnya.

Sementara Kadir (27) menjelaskan, kakak iparnya itu pamit kepada istrinya, untuk mancing di sekitar kampung bersama rekannya berinisial D (buron), Kamis (19/10) sore. Dari cerita D, saat mencari kodok sebagai umpan, terdengar letusan senjata api dan diketahui Zulkarnain tertembak.

"Kakak ipar saya ditembak aparat pakai laras panjang. Ada sekitar sepuluh orang, kebanyakan tentara," ujarnya.

Dari pengakuan D juga, kata Kadir, waktu kejadian dia mendengar suara tembakan hanya satu kali. Sementara dari keterangan warga terdengar dua kali tembakan.

"Pas di Puskesmas tidak ditemukan peluru, tapi lukanya besar di paha kanan. Untuk luka lebam tidak ada," kata dia.

Diketahui, Zulkarnain tewas ditembak anggota TNI setelah tepergok mencuri sawit di PTPN VII, Desa Karet, Kecamatan Betung, Banyuasin, Kamis (19/10) malam. Saat ditangkap, kedua pelaku melawan hingga diberikan tembakan peringatan.

Lantaran membahayakan, prajurit tersebut melumpuhkan pelaku yang mengenai paha kanan. Zulkarnain pun tewas, sedangkan rekannya kabur. Jenazah Zulkarnain dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP