Prabowo Incar Pesawat Tempur & Kapal Selam Buat Pertahanan RI, Ini Kecanggihannya

Rabu, 29 Januari 2020 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Prabowo Incar Pesawat Tempur & Kapal Selam Buat Pertahanan RI, Ini Kecanggihannya Prabowo Raker dengan Komisi I DPR. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepincut dengan sejumlah kendaraan tempur canggih buatan Rusia, Amerika Serikat dan Prancis. Bahkan sejumlah kendaraan tempur diprediksi akan tiba di Indonesia dalam waktu dekat.

Belanja alutsista Menhan Prabowo dilakukan saat berkunjung ke sejumlah negara. Dalam kunjungan itu, Prabowo membicarakan soal kerjasama di bidang pertahanan, salah satunya soal pembelian alutsista untuk melengkapi pertahanan negara.

Berikut kendaraan tempur canggih yang diincar Menteri Prabowo Subianto:

1 dari 4 halaman

Dassault Rafale

Menteri Prabowo mengincar sejumlah kendaraan tempur buatan Prancis. Salah satunya pesawat tempur Dassault Rafale. Kala itu, Prabowo sedang berkunjung ke Paris pada 11 hingga 13 Januari 2020. Prabowo menyebut Prancis memiliki industri pertahanan yang maju.

Dassault Rafale didesain bersayap delta dipadukan dengan kanard aktif terintegrasi untuk memaksimalkan kemampuan manuver (+9 g atau -3 g) untuk kestabilan terbang. Maksimal, 11 g dapat diraih jika dalam keadaan darurat. Kanard juga mengurangi laju pendaratan hingga 115 knot.

Dari sisi elektronik, pesawat ini dilengkapi sistem Thales RBE2 berjenis passive electronically scanned array (PESA). Alat ini bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap jet tempur lainnya dan dapat mendeteksi secara cepat serta mampu melacak berbagai target dalam pertempuran jarak dekat.

Kemudian, Rafale dilengkapi dengan sistem radar juga dilengkapi RBE2 AA, berupa active electronically scanned array (AESA). Radar ini digunakan untuk mendeteksi lawan hingga 200 km. Rafale juga dilengkapi dengan sejumlah sistem sensor pasif, yakni sistem optik-elektro berupa Optronique Secteur Frontal (OSF), yang terintegrasi dengan pesawat. OSF ini bisa mendeteksi dan mengidentifikasi target-target udara.

Rafale juga dilengkapi sistem bantuan-pertahanan terintegrasi bernama SPECTRA, yang bisa melindungi pesawat dari serangan udara maupun darat. Selain menyerang musuh di udara, Rafale juga mampu menarget musuh-musuh di darat dengan peralatan mereka bernama alat intai Thales Optronics's Reco New Generation dan Damocles electro-optical.

Rafale dilengkapi dua unit mesin Snecma M88, mesin ini membuat pesawat ini mampu melesat hingga 1,8 mach atau 1.912 km per jam dengan ketinggian puncak, dan ketinggian rendah 1,1 mach atau 1.390 km per jam.

2 dari 4 halaman

Sukhoi Su-35

Hingga Juli 2018, Indonesia memiliki 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Russia. Pesawat tempur ini memiliki kemampuan untuk menyerang objek di daratan. Agar lebih ringan dan mampu bermanuver di atas udara, pesawat ini mengalami beberapa pengurangan, seperti campuran logam berkekuatan tinggi dan meningkatkan volume bahan bakarnya hingga mampu menampung 11.500 kg avtur.

Dengan pengurangan itu membuat pesawat mampu bermanuver hingga 120 derajat ketika melakukan penyerangan dan meningkatkan kecepatan saat lepas landas maupun mengurangi kecepatan saat mendarat.

Keunggulan Pesawat Sukhoi SU-35 ini dilengkapi dengan dua penampil kristal cair (liquid crystal display atau LCD) guna memberikan semua informasi yang pilot butuhkan dalam format picture in picture.

Pesawat ini memiliki kecepatan hingga 1.400 km per jam di atas laut dan 2.400 km per jam di ketinggian 60 ribu kaki. Kekuatan utama dari Su-35 berada pada sensor mereka. Radar jenis NIIP Tikhomirov Irbis-E diklaim mampu mendeteksi 30 target di udara, 4 objek di darat dengan jarak hingga 400 km.

Pesawat ini dilengkapi 30 mm GSh-30 internal cannon yang mampu menembakkan 150 butir peluru. Terdapat 12 slot yang terdiri dari 2 wingtip rails dan 10 wing dan mampu membawa misil, roket dan bom dengan bobot maksimal 8.000 kg.

3 dari 4 halaman

F-16 Block 72 Viper

Kemudian Prabowo juga mengincar F-16 Block 72 Viper buatan Amerika Serikat (AS). Pesawat tempur ini merupakan tipe terbaru dari F-16 Fighting Falcon. Tipe baru ini dijuluki "Viper". F-16 Block 70/72 merupakan produksi F-16 yang terbaru dan tercanggih, karena menggabungkan berbagai kapabilitas dari tipe F-16 sebelumnya.

F-16 Block 70/72 memiliki radar APG-83. Radar di pesawat termasuk dalam Active Electronically Scaned Array (AESA) atau radar Array. Selain itu, beberapa teknologi di F-16 Block 70/72 juga terbaru dan tidak tersedia di tipe-tipe Block F-16 lainnya.

Radar mampu melacak 20 target secara bersamaan, mampu menghasilkan peta radar aperture sintetis dengan resolusi tinggi, memiliki jangkauan hingga 160 mil laut dari target darat hingga operasi mode udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan yang menjadi satu. Radar Array juga mampu melacak target jarak jauh dari udara.

Selanjutnya, F-16 Block 70/72 dilengkapi dengan sistem teknologi canggih yang mendukung Integrated Radar Warning Receiver (RWR). Artinya, F-16 Block 70 memiliki teknologi yang sadar akan ancaman RF dan sistem penanggulangan elektronik (ECM).

Pesawat tempur ini punya senjata yang bisa diandalkan, seperti sistem target dengan AAQ-33 Sniper Advanced Targeting Pod, AAQ-28 Litening II Advanced Targeting Pod, hingga AAQ-32 Integrated FLIR Targeting System. Kemudian Roket atau Senjata Pods, yang terdiri dari roket MK-4, MK-66 2.77-in, APKWS Laser 2.75-in, MK-4, MK-66 2.77-in, roket pod LAU-68/131 dan LAU-3A/5003.

4 dari 4 halaman

Scorpene

Tak hanya Dassault, Prabowo juga mengincar kapal selam serang Scorpene. Kapal selam ini dapat membawa 18 torpedo dan 30 rudal atau ranjau. Kemudian Scorpene dilengkapi dengan enam tabung torpedo 21in dengan kemampuan peluncuran salvo. Peluncuran pelepasan dilakukan dengan pompa turbin udara.

Senjata kapal selam ini, seperti torpedo anti-kapal dan anti-kapal selam, serta rudal anti-permukaan. Penanganan dan pemuatan senjata dilakukan secara otomatis.

Scorpene juga punya pengaturan tempur yang terdiri dari sistem penanganan data perintah dan taktis, sistem kontrol senjata dan sensor untuk mendeteksi permukaan udara dan sistem navigasi terintegrasi.

Sistem navigasi terintegrasi menggabungkan data dari sistem penentuan posisi global, log, pengukuran kedalaman dan sistem pemantauan daftar kapal. Scorpene juga memonitor lingkungan, termasuk kepadatan dan suhu air laut, serta tanda kebisingan kapal selam itu sendiri.

Sonar suite kapal mampu menghindari ranjau dan rintangan. Semua operasi penanganan kapal selam dilakukan dari ruang kontrol. Kapal ini punya sistem otomatisasi dan pengawasan tingkat tinggi, dengan mode kontrol otomatis kemudi dan propulsi.

Kapal selam ini mampu menyelam hingga kedalaman 300 meter. Kapal selam ini juga terbuat dari baja. Memasukkan baja dengan tensil tinggi, mampu mengurangi bobot lambung tekanan, mampu mengangkut beban bahan bakar dan amunisi yang lebih besar. [dan]

Baca juga:
Kembali Bertemu, Prabowo dan Menhan Malaysia Bahas Pertahanan Negara
Mengenal Ajudan Tampan Dhani Wirianata, Ini 7 Potretnya Saat Kawal Prabowo
Prabowo Sebut Indonesia Bakal Kembali Gunakan Sistem Hankamrata
Pembelaan Jokowi saat Prabowo Tuai Kritik Sering ke Luar Negeri
Bertemu Polri dan Panglima TNI, Menhan Bahas Perbatasan Natuna

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini