Positif Corona, Seorang Pemilik Rumah Makan di Kota Bogor Meninggal

Senin, 3 Agustus 2020 01:37 Reporter : Ya'cob Billiocta
Positif Corona, Seorang Pemilik Rumah Makan di Kota Bogor Meninggal Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pemilik rumah makan di Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Dikutip dari Antara, pemilik rumah makan tersebut meninggal dunia di RSUD Kota Bogor, Sabtu (1/8) malam.

Sementara itu, pada data harian Dinas Kesehatan Kota Bogor pada Ahad ini, tercatat satu orang lagi pasien kasus positif Covid-19 di Kota Bogor meninggal dunia, sehingga kasus positif meninggal dunia seluruhnya menjadi 21 kasus.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim membenarkan informasi tersebut. "Iya, saya sudah menerima informasinya," kata Dedie.

Sebelumnya, GTPP Covid-19 Kota Bogor telah menutup sementara operasional rumah makan selama 14 hari sejak Jumat (31/7), karena pemilik rumah makan dan keluarganya yang tinggal dan beraktivitas di rumah makan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. "Rumah makan itu juga sudah disemprot disinfektan," terangnya.

Menurut Dedie, GTPP Covid-19 memutuskan keluarga pemilik rumah makan menjadi kluster baru Covid-19 di Kota Bogor, setelah dari hasil tes usap (swab) diketahui ada delapan orang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Dari delapan orang tersebut, tercatat enam orang warga Kota Bogor dan dua orang warga Kabupaten Bogor," katanya.

Pemilik rumah makan itu, kata dia, sebelumnya telah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi di RSUD Kota Bogor, sedangkan anggota keluarganya ada yang menjalani perawatan di rumah sakit dan ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

GTPP Covid-19 Kota Bogor, kata dia, terus melakukan penelusuran untuk menekan potensi penularan Covid-19 pada kluster ini.

"Dinas Kesehatan Kota Bogor, saat ini telah mendata sebanyak 17 orang yang melakukan kontak erat dengan keluarga pemilik rumah makan dan telah dilakukan tes usap. Kami masih menunggu hasil tes itu," katanya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Corona Di Indonesia
  3. Bogor
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini