Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri buat Satgas Nusantara, tugasnya bikin adem politik yang memanas

Polri buat Satgas Nusantara, tugasnya bikin adem politik yang memanas Gedung Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menghadapi tahun politik, Mabes Polri kembali membuat Satuan Tugas (Satgas). Kali ini ada Satgas Nusantara.

Satgas ini fungsinya untuk menetralkan kondisi perpolitikan bila memanas yang bekerjasama dengan para tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

"Jadi gini, Satgas Nusantara adalah salah satu tugasnya bersama-sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk memberikan pendinginan, mendinginkan suasana. Kita tahu bahwa bulan Januari ini, ibarat mobil tuhs udah distater, partai-partai sudah menstater mobil untuk memanaskan mesin," beber Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/1).

Setyo menambahkan, sebentar lagi mesin partai akan berjalan dan mereka akan bergerak semua. Untuk itu, kata Setyo, jangan sampai mesin partai over.

"Jangan sampai kepanasan, mesinnya terlalu panas, maka perlu ada pendinginannya. Makanya kita perlu juga tokoh-tokoh masyarakat yang memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, itu kita akan bekerjasama dengan seluruh potensi masyarakat, stakeholder yang terkait,"

Menurutnya, hal ini bukan merupakan ancaman. Namun, untuk mengantisipasi segala hal yang akan terjadi disaat pilkada nanti.

"Jadi yang lain ada kontestasi politik, jadi kita perlu ekstra keras untuk mengantisipasinya," ujarnya.

Polri juga melihat ada beberapa daerah yang sangat rawan. Sehingga, diperlukan adanya Satgas Nusantara ini.

"Kita lihat, saat ini masih ada beberapa yang ditenggarai menjadi daerah yang rawan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat. Tetapi nanti akan kita lihat lagi dan analisis lagi ketika KPU sudah menentukan calon-calon itu," pungkasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP