Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri beri atensi khusus kepada enam daerah saat Pilkada 2018

Polri beri atensi khusus kepada enam daerah saat Pilkada 2018 Kapolri Tito Karnavian. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Mabes Polri rencana akan melakukan operasi pengamanan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang, di 171 daerah dan 17 Provinsi yang ada. Operasi tersebut nantinya akan dilakukan oleh para Kapolda dan Kapolres masing-masing tempat.

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, operasi pengamanan itu akan bekerjasama dengan banyak stakeholder, penyelenggara KPU, Bawaslu dan Panwaslu. Selain itu juga akan akan bekerja sama dengan Lingkungan Masyarakat (Linmas) Pemda dan juga media.

"Saya juga akan perintahkan untuk membangun hubungan masyarakat, tokoh agama, pemuda, untuk mendukung Pilkada yang kondusif. Kerja sama juga dilakukan dengan elemen masyarakat termasuk pengawas pemilu yang independen, kita lakukan semua," kata Tito di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Kamis (19/10).

Selain itu, Tito pun menyatakan bahwa ada beberapa daerah yang menjadi atensi khusus pada saat Pilkada 2018 mendatang. Daerah tersebut seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur saya berikan atensi, kemudian Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.

"Ini juga menjadi perhatian utama saya di samping beberapa Polres lainnya menjadi yang perlu saya beri atensi sehingga ada rencana kontigensi, yang cukup rawan kita segera bisa berikan back up," nyatanya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun sangat optimis kepada masyarakat bisa mengatasi secara baik jika nantinya ada isu-isu sangat sensitif apalagi sampai memecah belah masyarakat.

"Tapi saya optimis, masyarakat kita sudah banyak pengalaman di isu sensitif pun masih bisa atasi dengan baik, yang paling utama sinergisitas Polri, TNI dan KPU yang menyelenggarakan pemilihan dengan baik dan netral," ucapnya.

Dia pun tak memungkiri, jika nantinya situasi akan memanas mendekati pesta demokrasi rakyat. Namun, dirinya pun tak ingin situasi tersebut akan berkepanjangan apalagi sampai menimbulkan konflik dan perpecahan masyarakat.

"Ini pesta masyarakat kita betul-betul imbau. Ini adalah pesta demokrasi, jangan sampai berkonflik, situasi pasti memanas biasa, saya ulangi, menghangat seperti biasa tapi jangan sampai panas apalagi terbakar. Nah ini harus kita jaga," tandasnya. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP