Puluhan personel Polri dan taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUPSTP) Jakarta bahu-membahu membersihkan material banjir bandang di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Januari 2026, sebagai respons terhadap dampak banjir bandang yang terjadi akhir tahun 2025 lalu. Upaya kolaboratif ini bertujuan meringankan beban warga yang rumahnya terdampak.
Pembersihan fokus pada material banjir yang menumpuk dan mengeras di halaman rumah warga, fasilitas umum, serta badan jalan. Mereka menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, gerobak, keranjang, dan linggis untuk menyingkirkan tanah. Lokasi Pasar Maninjau menjadi salah satu area terparah yang mengalami dampak banjir susulan.
Bantuan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, salah satunya Amsuri (63), yang mengaku sangat terbantu. Material banjir setinggi 40 sentimeter memenuhi halaman rumahnya setelah dinding pembatas jebol. Kolaborasi antara Polri dan AUPSTP Jakarta ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Upaya Kolaboratif Polri dan AUPSTP dalam Penanganan Bencana
Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Raya, AKP Muzakar, menjelaskan bahwa pembersihan melibatkan personel dari Polres Agam dan Polda Sumbar. Total sekitar 50 orang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk dukungan dari taruna AUPSTP Jakarta. Sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan ini menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan pascabencana.
Tim gabungan fokus membersihkan sisa material tanah longsor yang sudah mengeras di berbagai lokasi. Selain rumah warga, mereka juga membersihkan fasilitas umum, fasilitas pemerintah, dan tempat ibadah. Prioritas diberikan untuk mengembalikan fungsi vital area-area tersebut demi kenyamanan masyarakat.
Penggunaan alat sederhana menunjukkan efektivitas dalam kondisi lapangan yang mungkin sulit dijangkau alat berat. Material yang terkumpul langsung dibuang ke lokasi yang aman. Kehadiran tim ini menjadi angin segar bagi warga yang kesulitan membersihkan sisa-sisa banjir secara mandiri.
Advertisement
Advertisement
Dampak Banjir Bandang dan Lokasi Terdampak di Maninjau
Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, merupakan salah satu daerah yang paling parah terdampak banjir bandang. Wilayah ini telah beberapa kali mengalami banjir bandang susulan. Kondisi ini disebabkan oleh tersumbatnya hulu Sungai Batang Muaro Pisang.
Penyumbatan terjadi akibat material tanah longsor di Kelok 42, yang kemudian menyebabkan aliran air meluap. Material lumpur dan tanah terbawa arus deras, menumpuk di pemukiman warga. Dampak banjir ini menyebabkan kerusakan signifikan pada properti dan infrastruktur.
Warga seperti Amsuri mengalami kerugian akibat dinding pembatas rumahnya jebol, memungkinkan air dan material masuk. Ketinggian material mencapai 40 sentimeter di halaman rumah. Situasi ini memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi untuk mencegah dampak lebih lanjut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews