Polresta Banjarmasin mengambil langkah tegas namun humanis terhadap sejumlah remaja yang terlibat aksi tawuran. Mereka kini diwajibkan menjalani wajib lapor sebagai bagian dari program pembinaan. Kebijakan ini bertujuan mencegah terulangnya kekerasan jalanan di masa mendatang.
Inspektur Polisi Dua Adi Harry Sucahyo, Kepala Seksi Humas Polresta Banjarmasin, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah dua kelompok remaja diamankan. Penangkapan dilakukan menyusul bentrokan yang terjadi di kawasan Gang Hariti, Jalan Tembus Mantuil. Semua remaja yang terlibat masih berusia di bawah umur.
Peristiwa tawuran tersebut terjadi pada Jumat (5/6) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA di Jalan Tembus Mantuil Gang Hariti, Kelurahan Basirih Selatan. Unit Reserse Kriminal Polsek Banjarmasin Selatan bersama Tim Macan Resta Banjarmasin berhasil mengamankan para pelaku pada Sabtu dini hari. Pendekatan pembinaan dianggap lebih tepat daripada proses hukum formal.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Tawuran dan Penangkapan Pelaku
Aksi tawuran antar kelompok remaja ini pecah pada Jumat (5/6) sekitar pukul 02.30 WITA. Lokasi kejadian berada di Jalan Tembus Mantuil Gang Hariti, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Peristiwa ini sempat menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.
Bentrokan tersebut mengakibatkan seorang remaja berinisial TR alias U (18) mengalami luka serius. Ia menderita luka robek pada bagian perut akibat insiden tersebut. Pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan mendalam setelah menerima laporan.
Setelah penyelidikan intensif, Unit Reserse Kriminal Polsek Banjarmasin Selatan bergerak cepat. Mereka berkoordinasi dengan Tim Macan Resta Banjarmasin untuk mengamankan para pelaku. Penangkapan berhasil dilakukan pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
Advertisement
Kedua kelompok remaja yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Pihak kepolisian kemudian membawa mereka ke kantor polisi untuk proses pendataan lebih lanjut. Semua pelaku diketahui masih berusia di bawah umur.
Advertisement
Pembinaan dan Kebijakan Wajib Lapor Remaja Tawuran
Mengingat seluruh remaja yang terlibat masih di bawah umur, Polresta Banjarmasin memilih pendekatan pembinaan. Langkah ini dianggap lebih efektif daripada langsung memproses mereka secara hukum. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kedua bagi para remaja untuk memperbaiki diri.
Kepolisian memfasilitasi penyelesaian masalah secara damai antara kedua belah pihak. Seluruh pihak yang terlibat, termasuk orang tua masing-masing, dihadirkan untuk mencari solusi terbaik. Kesepakatan damai ini diharapkan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Sebagai bagian dari pembinaan, seluruh remaja yang terlibat diwajibkan menjalani wajib lapor. Mereka harus melapor secara rutin ke Markas Polsek Banjarmasin Selatan. Kebijakan wajib lapor ini bertujuan memantau aktivitas mereka.
Advertisement
Inspektur Polisi Dua Adi Harry Sucahyo menegaskan, wajib lapor juga memastikan komitmen para remaja. Mereka diharapkan tidak mengulangi perbuatan tawuran atau tindakan merugikan lainnya. Jika terulang, proses hukum akan diberlakukan tanpa kompromi.
Advertisement
Peran Orang Tua dan Pencegahan Kekerasan Jalanan
Pihak kepolisian menekankan pentingnya peran serta orang tua dalam pengawasan anak-anak mereka. Orang tua diminta untuk lebih aktif memantau pergaulan dan aktivitas anak-anak. Hal ini krusial untuk mencegah anak terlibat dalam aksi tawuran.
Pengawasan yang ketat dari keluarga dapat menghindarkan remaja dari perilaku negatif. Tindakan seperti tawuran tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga membahayakan orang lain. Edukasi tentang bahaya kekerasan jalanan juga perlu ditingkatkan.
Polresta Banjarmasin berharap kebijakan wajib lapor ini menjadi pelajaran berharga bagi para remaja. Mereka diharapkan dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif dan produktif. Ini demi masa depan mereka yang masih panjang.
Advertisement
Pencegahan kekerasan jalanan adalah tanggung jawab bersama antara aparat penegak hukum, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Dengan demikian, kasus tawuran dapat diminimalisir secara signifikan.
Sumber: AntaraNews