Puluhan sopir angkutan umum di jalur selatan Cianjur, Jawa Barat, melakukan aksi mogok dan sweeping terhadap taksi gelap yang melintas. Aksi ini merupakan bentuk protes atas maraknya taksi gelap yang dinilai merugikan pendapatan mereka, terutama menjelang mudik Lebaran.
Kepolisian Resor Cianjur (Polres Cianjur) mengawal ketat aksi tersebut untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Pengawalan dilakukan di sepanjang jalur selatan Cianjur, termasuk di persimpangan Alun-alun Sindangbarang.
Dalam pengawalan aksi ini, aparat kepolisian berhasil mengamankan tiga unit taksi gelap yang sempat dihentikan dan dihadang oleh para sopir angkutan umum. Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Polsek Sindangbarang untuk proses lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Pengawalan Aparat dan Penindakan Taksi Gelap
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, menyatakan bahwa aksi mogok dan sweeping yang dilakukan para sopir angkutan umum berlangsung tanpa kekerasan. Pihak kepolisian memastikan bahwa taksi gelap yang diamankan diserahkan langsung ke Polsek Sindangbarang dalam kondisi tertib.
Setelah penyerahan, pihak kepolisian memfasilitasi musyawarah antara para sopir angkutan umum dengan pemilik kendaraan taksi gelap. Dalam musyawarah tersebut, ditegaskan bahwa kendaraan taksi gelap yang tidak memiliki izin resmi dilarang beroperasi.
Penegasan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan keadilan dalam operasional transportasi umum. Polres Cianjur berkomitmen untuk menindak tegas taksi gelap yang beroperasi tanpa legalitas yang jelas guna menghindari aksi sweeping serupa di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Kerugian Sopir Angkutan Umum Akibat Taksi Gelap
Ketua Komunitas Driver Elf Mobil Indonesia (KDEMI), Dedi, mengungkapkan bahwa aksi mogok ini merupakan puncak kekesalan para sopir terhadap maraknya taksi gelap. Keberadaan taksi gelap telah menyebabkan penurunan drastis jumlah penumpang angkutan umum atau elf.
Dampak kerugian ini semakin terasa menjelang mudik Lebaran, di mana seharusnya pendapatan sopir meningkat. Banyak sopir angkutan umum resmi bahkan harus berutang untuk menutupi kebutuhan operasional sehari-hari akibat sepinya penumpang.
Para sopir telah menyuarakan penolakan terhadap taksi gelap sejak beberapa tahun terakhir, khususnya saat momen-momen penting seperti Lebaran. Mereka merasa sangat dirugikan karena taksi gelap beroperasi tanpa izin dan tanpa trayek yang jelas, sehingga dapat bebas membawa penumpang.
Advertisement
Advertisement
Tuntutan Tegas dan Ancaman Aksi Lanjutan
Para sopir angkutan umum menuntut tindakan tegas dari pemerintah dan aparat kepolisian terhadap masalah taksi gelap ini. Mereka menekankan bahwa angkutan umum resmi memiliki trayek yang jelas dan tarif yang ditentukan oleh pemerintah, berbeda dengan taksi gelap.
Kerugian yang dialami sopir resmi sangat besar akibat persaingan tidak sehat ini. Oleh karena itu, mereka meminta pemerintah dan kepolisian untuk segera menertibkan operasional taksi gelap.
Para sopir mengancam akan terus melakukan aksi serupa jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius. Ancaman ini menunjukkan keseriusan mereka dalam memperjuangkan hak dan keberlangsungan usaha angkutan umum resmi di Cianjur Selatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews