Politisi PPP harap polisi segera selesaikan kasus pembakaran bendera di Garut

Kamis, 25 Oktober 2018 18:03 Reporter : Fikri Faqih
Politisi PPP harap polisi segera selesaikan kasus pembakaran bendera di Garut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ady Muzadi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait pembakaran bendera bertuliskan Tauhid di Garut oleh GP Ansor. Untuk itu masyarakat diminta untuk tenang dan tidak terprovokasi dalam kasus ini.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ady Muzadi mengimbau kepada semua pihak untuk memperkecil dampak yang timbul usai pembakaran bendera bertuliskan Tauhid di Garut. Caranya dengan melakukan pengendalian isu menyikapi perkembangan terkait kasus pembakaran bendera itu.

"Dan sesegera mungkin memberikan respon, melakukan aksi cepat tanggap, dan langsung melokalisir permasalahan ini, agar tidak meluas. Saya berharap pihak berwajib dapat melakukan penanganan secara efektif," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/10).

Calon wakil rakyat untuk daerah pemilihan (dapil) 2 DKI Jakarta ini mengingatkan, segala permasalahan yang terjadi seharusnya bisa diselesaikan. Sehingga, dia mengharapkan, ke depan segala sesuatunya dapat berjalan kondusif.

"Jika komitmen kita adalah persatuan dan kesatuan bangsa, maka janganlah sibuk membela kelompok sendiri sambil menyerang kelompok lainnya," tutupnya.

Sebelumnya, Kepolisian akhirnya menemukan pria yang membawa bendera mirip organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Limbangan, Garut, Jawa Barat, Senin (22/10) lalu. Bendera tersebut kemudian dibakar anggota Banser dan viral.

"Polda Jabar berhasil mengamankan pembawa bendera HTI di upacara HSN Garut," ujar Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (25/10).

Namun Umar belum bersedia mengungkapkan identitas pria tersebut. Dia juga tidak menyebutkan di mana lokasi pria tersebut diamankan polisi. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini