Politisi PDIP sarankan RI tiru langkah Malaysia hapus hukuman mati

Kamis, 11 Oktober 2018 17:29 Reporter : Eko Prasetya
Charles Honoris. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP Charles Honoris menilai langkah Malaysia yang berencana menghapus hukuman mati layak di apresiasi dan ditiru. Menurutnya, Indonesia saat ini menjadi satu dari sedikit negara yang masih menerapkan hukuman mati.

"Lebih dari 120 negara di dunia sudah menghapuskan hukuman mati dari sistem hukum mereka. Hukuman mati bagi saya melanggar hak untuk hidup yang tercantum dalam konstitusi kita dan Pancasila yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Begitu juga berbagai konvensi internasional yang sudah pernah diratifikasi Indonesia," kata Charles, Kamis (11/10).

Charles menambahkan, berbagai penelitian menyebutkan bahwa hukuman mati tidak menimbulkan efek jera bagi para pelaku kejahatan. Dalam kasus narkotika saja, kata dia, misalnya berkali-kali hukuman mati sudah diterapkan tetapi tetap saja tidak mengurangi frekuensi kejahatan penyelundupan narkotika.

"Dalam suatu proses hukum tentu bisa saja ada miscarriage of justice. Di awal tahun 1990an puluhan terpidana di Amerika Serikat dibebaskan oleh pengadilan setelah adanya teknologi forensik menggunakan DNA membuktikan mereka tidak bersalah," kata Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan untuk Dapil DKI Jakarta 3 (Jakbar & Jakut) itu.

Dia melanjutkan, apabila seorang terpidana mati sudah di eksekusi maka sudah tidak ada lagi upaya rektifikasi. Selain itu, orang yang sudah dihukum mati tidak dapat dihidupkan kembali.

"Kita harus jujur bahwa sistem penegakan hukum kita masih jauh dari sempurna. Kesalahan dalam proses hukum sangat mungkin bisa terjadi. Apakah kita lalu memiliki nurani untuk membiarkan eksekusi terhadap orang yang tidak bersalah atau tidak layak untuk mati?" tuturnya.

Charles menilai yang perlu dilakukan dalam hal memberantas berbagai kejahatan adalah memperbaiki sistem dan proses penegakan hukum. Pemerintah dan institusi-institusi terkait harus memperkuat pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan.

"Lembaga permasyarakatan juga harus ikut berbenah diri. Bahwa masih ada transaksi narkotika yang dikontrol dari dalam penjara itu merupakan kelalaian dalam pengelolaan lembaga permasyarakatan," katanya.

"Sekali lagi, hukuman mati tidak memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan. Terpidana hukuman mati Freddy Budiman sebelum di eksekusi tetap saja bisa menjalankan bisnisnya dari dalam penjara," imbuhnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini