Politikus Nasdem sebut Aman Abdurrahman pantas dihukum mati

Sabtu, 19 Mei 2018 01:44 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Politikus Nasdem sebut Aman Abdurrahman pantas dihukum mati Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem Taufiqulhadi menilai tuntutan hukuman mati dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa dalang bom Thamrin, Oman Rochman alias Aman Abdurrahman telah berdasarkan pertimbangan matang. Pertimbangan utamanya adalah banyaknya korban jiwa dari aksi teror yang Aman rencanakan.

"Tuntutannya menimbang perbuatannya menimbulkan korban jiwa yang sangat besar itu sudah dipertimbangkan matang-matang," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/5).

Menurutnya, tuntutan hukuman mati memang pantas dijatuhkan kepada Aman jika melihat perannya dalam berbagai aksi teror. Aman disebut tidak hanya sebagai pelaku tetapi otak dibalik banyak aksi teror.

Bahkan, Politikus Partai NasDem ini menilai, hukuman mati sah diberikan kepada orang yang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, apalagi dengan jumlah yang banyak dalam KUHP.

"Karena kita memegang KUHP yang ada sekarang ini maka hukuman mati ini dibenarkan," tegasnya.

Taufiqulhadi pun berharap majelis hakim bisa memvonis Aman dengan hukuman paling berat sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya. "Nanti kita lihat saja kan ada hakim," tandasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat tuntutan terhadap Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jaksa menuntut dengan hukuman mati kepada terdakwa Aman karena dinilai terbukti bersalah melanggar pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa hukuman mati," kata JPU Anita Dewayani membacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Anita, Aman merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal.

Selain itu, Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma juga sudah merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa atau harta benda orang lain, atau untuk menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis, atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

Aman Abdurrahman didakwa telah menyebarkan paham radikal dalam kurun waktu delapan tahun seperti di Jakarta,Surabaya, Lamongan, Balikpapan, Samarinda, Medan, Bima, dan Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini