Polisi Tetapkan Status Hukum Abah Grandong Usai Hasil Tes Kejiwaan Keluar

Kamis, 1 Agustus 2019 18:45 Reporter : Merdeka
Polisi Tetapkan Status Hukum Abah Grandong Usai Hasil Tes Kejiwaan Keluar Abah Grandong. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Abah Grandong pria yang diduga makan kucing hidup-hidup menyerahkan diri ke polisi, Kamis (1/8) sore.

Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian mengatakan, Abah Grandong menyatakan, status hukum pelaku tergantung dari hasil tes kejiwaan.

Polisi berencana membawa Abah Grandong ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mengikuti serangkaian tes kesehatan. Itu dilakukan setelah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) rampung.

"Sementara statusnya saksi dulu. kita baru tentukan tersangka atau tidak nanti setelah pelaku diperiksa psikolog," kata Arie di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (1/8).

Hingga kini, Abah Grandong masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat. Pada kasus ini, polisi sudah memintai keterangan tiga saksi. Mereka adalah yang melihat aksi Abah Grandong memakan hidup-hidup seekor kucing.

"Iya, nanti kita lihat kan semuanya secara komprehensif, kita lihat fakta-fakta yang ada, baru kita simpulkan," ujar dia.

Abah Grandong akan dikenakan Pasal 302 KUHP dengan ancaman 9 bulan penjara.

Seperti diketahui, salah satu akun media sosial mengunggah aksi seorang pria memakan kucing hidup-hidup dalam video berjudul 'PutarVideo'. "Viral... Adakah yang mengenal bapak dalam video ini? Memakan hidup-hidup seekor kucing dan kejadian hari ini di Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat.... Please bantu identifikasi pelaku dalam video ini agar bisa ditindak lanjuti ...."

Para pecinta hewan mengecam tindakan pria yang makan kucing hidup-hidup tersebut. Pendiri Jakarta Animal Aid Networks (JAAN) Femke Den Haas mengatakan, oknum itu harus segera dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

"Pria ini harusnya masuk rumah sakit jiwa ya. Soalnya ini sangat parah dan bisa membahayakan anak atau manusia di sekitarnya karena jelas orang ini ada gangguan jiwa," kata Femke ketika dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (29/7).

Dia khawatir, bila pria tersebut dibiarkan berkeliaran akan mengganggu keamanan masyarakat. "Jadi harus segera ditindaklanjuti demi keamanan dan kenyamanan manusia dan satwa di sekitarnya," ujar Femke.

Reporter: Ady Anugrahadi [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini