Polisi tegaskan tak ada kekerasan saat penangkapan gay di Jakut
Merdeka.com - Polisi membantah telah perlakukan kekerasan terhadap 141 gay yang diamankan saat penggerebekan di Atlantis Jaya, Ruko Kokan Permata, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Minggu (21/5). Polisi tegaskan, semua pria penyuka sesama jenis itu diperlakukan sebagaimana mestinya.
"Itu bohong, tidak benar (ada kekerasan). Kita penuhi hak sebagai manusia, kita beri makan, kita beri tempat istirahat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).
Soal foto yang tersebar, para gay ditelanjangi dan dikumpulkan satu ruangan sambil jongkok, polisi masih menyelidiki, siapa pelaku penyebar foto itu. Polisi yakin tak lakukan kekerasan, terlebih ada CCTV di sana.
"Polisi tidak menyebar foto-foto itu," sambung Argo.
"Jadi kita punya SOP (Standar Operasional Prosedur), pasti kita periksa dokter, kita tidak memaksa (para pelaku), kita menjalankan SOP, kalau tidak dilakukan maka kita menyalahi SOP," pungkasnya.
Seperti diberitakan, tim Resmob dan Jatanras Polres Jakarta Utara menggerebak pesta seks homoseksual di Atlantis Jaya, Ruko Kokan Permata, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 141 orang pria, di mana 15 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, dan 7 orang terbukti positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ganja.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya