Polisi Tangkap 106 Napi Asimilasi Corona yang Kembali Berulah

Selasa, 12 Mei 2020 14:20 Reporter : Merdeka
Polisi Tangkap 106 Napi Asimilasi Corona yang Kembali Berulah Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Jumlah penangkapan narapidana yang bebas lewat program asimilasi atas kasus Corona, bertambah. Hingga hari ini, 106 napi terbukti kembali melakukan tindak kejahatan di masyarakat.

"Sampai hari ini terdapat 106 napi yang kembali melakukan tindak pidana," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/5).

Menurut Ramadhan, para napi yang kembali melakukan kejahatan itu tersebar di 19 Provinsi seluruh Indonesia. Di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Utara.

"Dengan rincian 13 napi di Polda Jawa Tengah dan Sumatera Utara, 11 di Polda Jawa Barat. Tiga daerah tersebut tertinggi pengulangan pidana napi asimilasi " jelas dia.

Aksi kejahatannya pun beragam. Mulai dari pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, curanmor, penyalahgunaan narkoba, hingga penganiayaan.

"Juga pencabulan terhadap anak," Ramadhan menandaskan.

Sebelumnya, sebanyak 38.822 narapidana dan anak telah dikeluarkan dari lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, dan lembaga pembinaan khusus anak untuk mengikuti program asimilasi dan integrasi sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lapas, rutan, dan LPKA.

"Ini update data asimilasi dan integrasi narapidana dan anak pada tanggal 20 April 2020 pukul 07.00 WIB," ujar Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham Rika Aprianti di Jakarta, Senin 20 April 2020.

Dalam data yang disampaikan Rika, diterangkan bahwa dari 38.822 narapidana dan anak yang telah dikeluarkan hingga hari ini sebanyak 36.641 orang, di antaranya keluar penjara melalui program asimilasi terdiri atas 35.738 narapidana dan 903 anak.

Sementara itu, sebanyak 2.181 orang lainnya menghirup udara bebas melalui program hak integrasi, baik berupa pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun cuti menjelang bebas, dengan perincian 2.145 napi dan 36 anak.

"Data ini dikumpulkan dari 525 unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan," kata Rika seperti dikutip Antara.

Menkumham Yasonna H Laoly meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait kebijakan asimilasi dan integrasi narapidana di tengah pandemi Corona atau Covid-19.

Dia berharap, narapidana yang dibebaskan karena program asimilasi langsung dijebloskan ke lembaga pemasyarakatan bila kembali berulah.

"Saya harapkan seluruh Kakanwil dan Kadivpas berkoordinasi dengan para Kapolda di seluruh daerahnya agar warga binaan pemasyarakatan yang mengulangi tindak pidana setelah mendapatkan asimilasi dan integrasi untuk segera dikembalikan ke lembaga pemasyarakatan usai menjalani BAP di kepolisian agar yang bersangkutan langsung menjalani pidananya," ujar Yasonna, Senin 20 April 2020.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini