Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi siagakan sniper di jalur mudik bidik bajing loncat

Polisi siagakan sniper di jalur mudik bidik bajing loncat Sniper wanita Polri. ©facebook.com/Divisi Humas Polri

Merdeka.com - Sejumlah penembak jitu atau sniper disiagakan Polres Jember, Jawa Timur di jalur mudik. Mereka ditugaskan membidik bajing loncat yang kerap meresahkan pemudik.

"Kami siagakan penembak jitu di titik rawan kriminalitas untuk mengantisipasi ancaman 'bajing loncat' dan begal, namun mohon maaf kami tidak bisa menyampaikan lokasi penempatan penembak jitu itu kepada publik," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo usai apel Operasi Ketupat Semeru 2018 di alun-alun Kabupaten Jember, Rabu (6/6), seperti diberitakan Antara.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2018 kali ini, sebanyak 202 personel gabungan disebar, yang terdiri dari 202 personil Polri dan sisanya dari instansi samping seperti Dinas Perhubungan, Banser, dan lainnya yang mulai bersiaga sejak Jumat (8/6) hingga 24 Juni 2018.

"Selama pengamanan Lebaran 2018, ada enam pos pengamanan, enam pos pelayanan, dan satu pos pelayanan terpadu yang ditempatkan di titik rawan kriminalitas dan rawan kemacetan yang disiagakan di jalur mudik Jember," ungkapnya.

Sesuai dengan instruksi Kapolri, lanjut dia, Polres Jember melakukan pengecekan kesiapan anggota, kendaraan, serta berbagai strategi untuk mengamankan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2018.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengecek kendaraan yang akan digunakan untuk mudik dan usahakan kondisi prima saat mengendarai kendaraan, serta tertib berlalu lintas selama perjalanan mudik untuk menekan angka kecelakaa lalu lintas," katanya.

Di tempat terpisah, Bupati Jember Faida mengatakan ada empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai.

"Ada empat potensi kerawanan yang harus diwapadai bersama yakni potensi kerawanan stabilitas harga dan ketersediaan pangan, permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik Lebaran, potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas, dan terakhir ancaman tindak pidana terorisme," katanya.

Setelah digelar apel pasukan, dilanjutkan kegiatan pemusnahan barang bukti tindak kriminalitas berupa minuman keras ilegal dan narkoba yang dilaksanakan di halaman Kantor Pemkab Jember.

Barang bukti yang dimusnahkan yakni sebanyak 5.398 botol minuman keras ilegal, 8,35 gram sabu-sabu dan 10.000 butir obat keras berbahaya atau pil koplo.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP