Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi selidiki penyebab kebakaran di Taman Kota hanguskan 400 rumah

Polisi selidiki penyebab kebakaran di Taman Kota hanguskan 400 rumah Ilustrasi Kebakaran. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Barat masih menyelidiki penyebab kebakaran hebat yang menghanguskan 400 rumah di Perumahan Taman Kota Blok A-1, Kembangan, Jakarta Barat pada Kamis (29/3) malam. Tim forensik masih bekerja sejak tadi malam.

"‎Kita tidak bisa menduga-duga. Ya kita turunkan tim forensik untuk untuk memastikan titik api dan awal mula kebakaran," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, Jumat (30/3).

Dari informasi yang terima oleh Hengki, dalam insiden kebakaran itu ada dua warga ya‎ng tewas. Namun ia mengaku belum mendapatkan informasi nama dari kedua korban.

"Data sementara ini ada tiga warga luka, kemudian yang pasti dua meninggal dan dua petugas damkar luka. Saat ini masih digali lagi," kata Hengki.

Atas kebakaran itu, dirinya ikut merasakan kepedihan para warga.

"Kami turut merasakan kesedihan warga ya dalam insiden ini, kita akan bangun posko untuk bantuan medis, trauma heling, dan bantuan kemanusiaan akan kami berikan," tandasnya.

Sebelumnya, Kasie Ops Sudin Damkar Jakarta Barat Rompis Romlih mengatakan pihaknya mendapat laporan peristiwa sekira pukul 18.40 Wib.

Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Hingga pukul 23.05 Wib, petugas masih berada di lokasi untuk proses pendinginan.

"Anggota masih melakukan penanganan," Rompis menandaskan.

Perjalanan KRL atau Commuter Line dengan tujuan Lintas Duri-Tangerang juga terganggu. Lalu lintas KRL ini terganggu karena ada pengungsian korban kebakaran.

VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa menyampaikan, perjalanan KRL pada lintasan tersebut belum dapat dilakukan sejak pukul 18.45 WIB.

"Hingga kini petugas pengamanan PT KAI dan PT KCI tetap berupaya kembali melakukan sterilisasi jalur rel agar perjalanan KRL dapat kembali dilakukan," tutur Eva dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (29/3).

Eva mengimbau, pengguna jasa KRL yang tidak dapat menunggu dapat menggunakan alternatif transportasi lain.

"Sementara bagi pengguna jasa yang akan tetap menunggu perjalanan KRL juga diimbau untuk tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan, serta memperhatikan arahan petugas di lapangan," kata Eva (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP