Polisi selidiki kabar siswi SDN di Tangsel meninggal usai imunisasi difteri
Merdeka.com - Seorang siswa SDN 1 Rawa Buntu, Tangerang Selatan, dilaporkan meninggal setelah disuntik difteri di sekolahnya. Informasi kematian bocah bernama Nazwa Fahira Andrean itu beredar di media sosial sejak kemarin.
"Innalillahi wainna ilaihi rajiun telah meninggal dunia ananda Nazwa Fahira Andrean, 23 Februari 2018, siswi kelas 4B SDN 1 Rawa Buntu, malam tadi di Puskesmas Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan," tulis pesan berantai di pesan WhatsApp, Sabtu (24/2).
Dari pesan berantai itu, diinformasikan almarhumah memiliki riwayat penyakit asma. Dan sebelum meninggal, almarhumah disebutkan melakukan suntik difteri.
"Almarhumah informasinya memiliki riwayat asma dan sebelumnya usai melakukan suntik difteri II, beberapa hari lalu demam. Semoga Almarhummah Khusnul Khotimah serta segala amal ibadah almarhummah diterima Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan & ketabahan, amin," tulis dalam pesan berantai itu.
Dalam pesan berantai itu, tersirat pesan yang bunyinya. "Buat para orang tua, dokter, mantri atau perawat, dimohon memastikan kondisi anak-anak sebelum diberikan imunisasi difteri jangan sampai ada kesalahan prosedur karena kondisi anak atau riwayat penyakit sebelumnya. Bukan memasalahkan difterinya ya, ini sudah jalannya, kita kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," sebut dalam pesan itu.
Terpisah pihak SDN 1 Rawa Buntu membantah Nazwa meninggal dunia karena difteri. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander mengatakan, pihak kepolisian setelah mengetahui viralnya pesan berantai yang menyebutkan seorang siswi meninggal dunia usai diimunisasi difteri langsung melakukan pengecekan.
"Benar, dipimpin Panit Reskrim kami lakukan pengecekan terkait kematian siswa SDN 01 Rawa Buntu yang viral meninggal seusai disuntik difteri II, pada hari Sabtu tanggal 24 Februari 2018," ucap Alex.
Dia menerangkan, berdasarkan hasil pengecekan itu, pihaknya memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya Marjaya (kepala sekolah SDN 01 Rawa Buntu dan Khadijah, Guru SDN 01 Rawa Buntu).
Dari keterangan kedua saksi, diketahui bahwa pihak Sekolah SDN Rawa Buntu mengadakan kegiatan suntik difteri II pada hari Senin tanggal 12 Februari 2018 lalu. Namun dipastikan bahwa almarhumah tidak dilakukan suntik difteri II.
"Keterangan pihak sekolah yang bersangkutan, tidak pernah suntik difteri di Sekolah baik suntik difteri I maupun difteri II," ujar Alex.
Namun begitu, polisi mengaku belum mengetahui apakah siswi itu melakukan suntik difteri di tempat lain. "Kami belum bisa pastikan itu, karena pihak keluarga belum bisa dimintai keterangan, karena masih syok," ucap Alex.

Sementara itu, Dinas Kesehatan kota Tangerang Selatan memastikan kematian almarhumah Naswa Fahira Andrean (10), pada Jumat (23/2) kemarin malam, akibat penyakit asma akut yang dideritanya sejak berusia dua tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan kota Tangsel, Tulus Muladiono menyatakan, meninggalnya almarhumah Nazwa bukan disebabkan dari pemberian imunisasi difteri.
"Kami sudah mendatangi keluarga dan pihak puskesmas Rawa Buntu untuk mengkroscek kejadian sebenarnya," ucap Tulus Muladiono.
Berdasarkan hasil informasi dan data yang dihimpun, dipastikan almarhumah Nazwa meninggal dunia akibat penyakit asma yang dia derita.
"Ini juga diperkuat dari pernyataan pihak orang tua Nazwa yang kami temui, kalau orang tua menyatakan putrinya meninggal karena asma yang diderita. Bukan karena suntik difteri II yang almarhumah lakukan," ucap dia.
Meski begitu, Tulus memastikan masih menelusuri waktu dan tempat almarhmumah Nazwa mengikuti imunisasi difteri ke dua.
Berdasarkan catatan yang ada, Naswa tidak melakukan imunisasi difteri I dan II di sekolah SDN 01 Rawa Buntu, namun Tulus memastikan kalau almarhumah Naswa mengikuti difteri I di Puskesmas Rawa Buntu pada 24 Desember 2017 lalu.
"Dari catatan kami almarhumah tercatat mengikuti difteri I di Puskesmas Rawa Buntu, yang kedua (difteri) ini kami belum dapat datanya, karena di sekolah yang bersangkutan itu tidak ada," kata Kepala Puskesmas Rawa Buntu, Hartono.
Dia melanjutkan, berdasarkan data dari SDN01 Rawa Buntu, pihaknya melakukan imunisasi difteri II pada 12 Februari 2018. Namun nama Nazwa Fahira Andrean tak ada di daftar difteri II sekolah itu.
"Kami dari Puskesmas juga masih mencari data, apkah almarhumah ikut difteri II di Puskesmas atau dimana, kapan waktunya juga belum kami ketahui. Karena masih suasana duka, kami belum bisa tanyakan detail kepada pihak orang tua," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya