Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Selidiki Asal Senpi yang Dipakai Penembak Anggota PPS di Madura

Polisi Selidiki Asal Senpi yang Dipakai Penembak Anggota PPS di Madura Tersangka Penembakan di Madura. ©2018 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi masih menyelidiki asal senjata api yang digunakan Idris, pelaku penembakan terhadap Subaidi (40), warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokabanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa senjata api yang digunakan Id berjenis beretta, senjata pabrik buatan Amerika Serikat.

"Penyidik Polres Sampang masih mendalami dari mana asal senpi dan amunisinya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo saat dihubungi seperti dikutip Antara, Kamis (29/11).

Tersangka Idris, pada hari Rabu (21/11) di sebuah jalan desa perbatasan, Desa Sokobanah Tengah-Sokobanah Laok, Sampang, melepaskan tembakan menggunakan senjata api ke dada kiri korban hingga tembus ke belakang.

Subaidi yang tercatat sebagai anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) ini sempat dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan menjalani perawatan selama sehari. Namun, akhirnya meninggal dunia.

Menurut Dedi, kasus pembunuhan ini dipicu unggahan status di Facebook yang diduga milik korban.

"Ini menyangkut hinaan secara tendensius di media sosial," katanya.

Pihaknya pun membantah bila kasus ini dilatarbelakangi adanya perbedaan pandangan politik antara pelaku dan korban.

"Mereka terprovokasi masalah personal saja," katanya.

Tersangka Idris akhirnya ditangkap polisi di Karang Penang, Sampang saat hendak kabur ke Kabupaten Pamekasan.

Bila terbukti bersalah, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 56 Ayat (1) ke 1e dan 2e KUHP atau Pasal 338 KUHP jo. Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama lamanya 20 tahun.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP