Polisi periksa 3 saksi kasus PRT dibunuh di perumahan elit Surabaya
Merdeka.com - Polisi masih mendalami kasus kematian Tasri alias Sri (44), pembantu rumah tangga (PRT). Perempuan asal Desa Berangkal, Parengan, Tuban ini bekerja di Perumahan Elit Puncak Permai l Nomor 33, Surabaya, Jawa Timur. Dia ditemukan tewas bersimbah darah di lantai kamarnya, Sabtu pagi (1/4).
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, saat ini pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi. Termasuk majikan korban, yaitu Simon Raharjo Tamsil.
"Sudah tiga orang yang kami mintai keterangan, termasuk majikan korban yang pertama kali mengetahui peristiwa ini," kata Shinto.
Namun demikian, Shinto belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan pihaknya terhadap tiga orang saksi tersebut.
"Penyelidikan masih terus kami lakukan," katanya.
Selain memeriksa tiga orang saksi ini, Shinto mengaku juga telah melakukan olah TKP untuk mengetahui jejak pelaku yang diduga melakukan pembunuhan tersebut.
"Dalam olah TKP itu, kami juga memeriksa bagian luar rumah, termasuk semak-semak di samping rumah. Ini kami lakukan untuk mencari atau mengetahui jejak pelaku," jelasnya.
Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan Sri ini, kali pertama diketahui oleh majikan korban, yaitu Simon. Saat itu, Simon tidak menjumpai pembantu yang sudah delapan bulan bekerja di rumahnya tersebut bekerja.
Simon kemudian mencarinya dan mendapati Sri dalam kondisi tergeletak bersimbah darah dengan luka sayat di bagian leher. Atas kejadian itu, Simon kemudian melapor ke Polsek Sukomanunggal.
Selanjutnya, Tim Inavis Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr Soetomo untuk keperluan autopsi.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya