Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Pastikan Bripka Matheus Tewas Karena Bunuh Diri

Polisi Pastikan Bripka Matheus Tewas Karena Bunuh Diri Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Bripka Matheus dipastikan tewas karena bunuh diri. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Balistik Forensik Puslabfor Mabes Polri Kombes Pol Ulung Kanjaya, usai pihaknya melakukan pembuktian melalui pemeriksaan Gunshot Residue (GSR).

"Sudah dipastikan meninggal karena bunuh diri. Bunuh diri atau tidak bunuh diri bisa dibuktikan dengan pemeriksaan Gunshot Residue (GSR). Tidak ditemukan juga, bisa karena proyektil dan selongsong mungkin terpental ke mana gitu. Kemarin sudah dicari tapi tidak ketemu," kata Ulung saat dikonfirmasi, Jumat (4/1).

Setelah pihaknya melakukan penyelidikan, Ulung memastikan kalau Matheus tewas akibat luka tembak. Peluru tersebut menembus dari pelipis kanan ke kiri pada bagian kepala.

"Sudah diuji tembak dan identik. Hasilnya berasal dari pistol itu, pistol itu dia yang pegang. Kan namanya senjata Polisi atau Tentara itu ada nomor senjata dan kartu identitas. Yang berhak menggunakan itu dia, sebagai pemilik yang dipinjamkan," ungkapnya.

Meskipun sudah memastikan tewasnya Matheus akibat bunuh diri, namun pihaknya belum bisa memastikan motif Matheus melakukan aksi bunuh diri. Karena, untuk motif sendiri sudah masuk dalam ranah penyidik.

"Kemungkinan dari masalah latar belakang frustrasi, tapi ya jelas tanya ke reserse (penyidik). Tapi kalau dari pemeriksaan gunshot residue kemungkinan besarnya karena bunuh diri. Kalau bukan dia bunuh diri enggak didapat gunshot residuenya," tandasnya.

Sebelumnya, Polisi masih mendalami penyebab kematian Bripka Matheus. Anggota Sabhara Polsek Pancoran Mas Depok itu ditemukan tergeletak di TPU Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, sebelum meninggal saat dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Yudha, Senin (31/12) malam.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan handphone Bripka Matheus berisikan pesan kata 'maaf'.

"Kita temukan ada bekas mesiu di tangan kanan, dan ada pesan di handphone ada perkataan minta maaf," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/1).

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP