Polisi limpahkan aset milik bos First Travel ke Kejaksaan Negeri Depok

Kamis, 7 Desember 2017 17:48 Reporter : Nur Habibie
barang sitaan milik bos First Travel. ©2017 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melimpahkan berkas dan barang bukti hasil sitaan kasus penipuan umrah dilakukan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) ke Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat. Pelimpahan dilakukan setelah berkas penyidikan tiga tersangka Andhika Surachman, Annisa Hasibuan dan Kiki Hasibuan, lengkap.

Pantauan merdeka.com, terlihat beberapa petugas kepolisian atau penyidik dari Dittipidum Bareskrim Polri, mengangkut barang milik bos First Travel lalu dimasukkan ke dalam truk pasir berwarna cokelat dengan nomor polisi B 9092 OJ. Barang sitaan itu seperti Kulkas, Dispenser, Koper umrah atau haji berwarna cokelat, dokumen-dokumen dan juga mobil pribadi.

"Ini dikirim ke Kejaksaan Negeri Depok. Kalau mobil ini kira-kira ada 11 atau belasan lah yang dibawa (dilimpahkan)," ujar salah seorang penyidik yang enggan menyebutkan namanya di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).



Seperti diketahui, Berkas perkara bos First Travel, Andhika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nurhaidah alias Kiki Hasibuan sudah dinyatakan lengkap kejaksaan. Ketiganya menjadi tersangka atas kasus penipuan terhadap puluhan ribu calon jemaah umrah.

Sementara itu, pengacara ketiga tersangka tersebut yakni Rudianto, tak memungkiri jika berkas perkara kliennya itu dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Sehingga pelimpahannya segera dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kasus penipuan perjalanan umrah ini terbongkar usai ribuan jemaah mengamuk lantaran tak kunjung diberangkatkan. Jadwal keberangkatan selalu diulur pihak First Travel dengan sejumlah alasan. Bukannya segera memberangkatkan, Andhika, Annisa serta Kiki malah menawarkan penambahan sejumlah uang agar jemaah tersebut mendapat prioritas dan bisa cepat berangkat ke Tanah Suci. Namun, janji hanyalah janji. Usai membayarkan sejumlah uang, lagi-lagi para jemaah yang mayoritas lansia itu hanya bisa gigit jari, tak menentu kapan akan diberangkatkan.

Setelah itu Dirtipidum Bareskrim Polri menangkap Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari yang menjabat sebagai salah satu direktur. Keduanya ditangkap di kompleks perkantoran Kementerian Agama Jakarta.

Setelah melakukan penangkapan terhadap keduanya, polisi langsung melakukan penggeledahan terhadap rumah dan kantor First Travel. Dari hasil penggeledahan, polisi telah menyita beberapa barang berharga milik keduanya seperti rumah, mobil, perhiasan dan barang berharga lainnya.

Tak lama berselang, penyidik Bareskrim Polri, langsung melakukan penangkapan terhadap adik kandung dari Anniesa Hasibuan yaitu Siti Nurhaidah alias Kiki Hasibuan, sebagai Komisaris Keuangan. Kiki ditangkap karena diduga juga terlibat dalam penipuan yang dilakukan oleh Andhika dan Anniesa.

Atas perbuatannya, ketiga orang tersebut dijerat dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP soal Penggelapan dan Penipuan. Keduanya juga dikenakan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.