Adelina Sau atau Adelina Lisao, TKW asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, meregang nyawa usai diperlakukan tak manusiawi oleh majikannya asal Malaysia. Adelina diduga masuk Malaysia via jalur ilegal oleh seseorang calo.
Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto mengatakan sudah menerima laporan dari ibunda Adelina, Yohana atas kasus tersebut. Totok mengaku pihaknya telah mengantongi nama calo, yang mengirim korban secara ilegal ke Malaysia.
"Langkah awal penyelidikan yakni indikasi pemalsuan dokumen korban. Polisi sudah mengantongi nama pengirim korban ke Malaysia secara ilegal. Namun, identitas pengirim masih dirahasiakan untuk kepentingan pengungkapan kasus ini," ujar Totok, Rabu (14/2).
Menurut Totok, setelah korban direkrut dan dikirim ke Malaysia, orangtua korban pernah diberi uang Rp 500,000 oleh calo perekrut calon tenaga kerja. Namun, uang itu dititip perekrut melalui tetangga korban.
Setelah korban dibawa oleh perekrut, sejak saat itu pula komunikasi antara korban dengan keluarganya putus, hingga keluarga mendapatkan informasi bahwa, korban sudah meninggal dunia di Malaysia.
"Kami tidak main-main dengan kasus ini. Kami akan usut hingga tuntas, karena semua dokumen korban dipalsukan," tegas Totok.
Dia menjelaskan, nama korban sebenarnya adalah, Adelina Sau. Namun karena sudah dipalsukan semua dokumen korban menjadi Adelina Lisao, oleh pihak pengirim untuk diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.
Paspor korban diterbitkan oleh kantor Imigrasi Jawa Timur, dan saat diberangkatkan usia korban baru berusia 15 tahun.
Fakta lain menyebutkan, salah salah satu bukti yang diperoleh Tim Anti-Trafficking Polres TTS yakni, kartu keluarga yang dipakai untuk mengurus dokumen korban. KOP dari kartu keluarga itu, berasal dari Pemerintah Kabupaten Belu, namun isinya Kabupaten Kupang, Kecamatan Kupang Tengah, Desa Tanah Merah.
Tersangka yang merekrut Adelina, sebelumnya sudah ditangkap aparat Polres TTS dalam kasus yang sama. Namun, lanjut Totok pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam, sehingga belum bisa dipastikan.
"Ini sudah bagian manipulasi dokumen, dan kami akan proses hingga tuntas. Saya sudah perintahkan tim yang dipimpin Kasat Reskrim untuk lidik, dan kami akan proses sesuai dengan penanganan kasus-kasus trafficking sebelumnya," imbuhnya.