Polisi Didesak Usut Tuntas ABG di NTT Digantung Karena Dituduh Curi Cincin

Senin, 28 Oktober 2019 16:32 Reporter : Ananias Petrus
Polisi Didesak Usut Tuntas ABG di NTT Digantung Karena Dituduh Curi Cincin ABG digantung. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Jagat maya Nusa Tenggara Timur kembali dihebohkan dengan beredarnya foto dan video persekusi terhadap seorang gadis belia, berusia 16 tahun di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Ironisnya, persekusi ini dipimpin langsung oleh kepala Desa Babulu Selatan Paulus Lau, yang disaksikan oleh warga lainnya dan keluarga korban.

Gadis malang ini berinisial NB. Ia mendapat perlakuan tak manusiawi, lantaran dituduh mencuri cincin milik salah satu warga.

Anggota DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus N. Teiseran kepada merdeka.com melalui sambungan telepon menyesali sikap arogan kepala desa beserta para stafnya.

Menurut Adi, apapun kesalahan yang dibuat oleh korban NB, harus dibicarakan baik-baik bukan main hakim sendiri.

"Saya sangat menyesalkan sikap kepala desa itu, pasalnya itu perbuatan melanggar hukum dan tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin atau kepala desa. Apapun kesalahan yang dibuat adik nona itu, biar pihak berwajib yg bertindak sesuai regulasi yang ada, kita tidak punya hak untuk memvonis, menghakimi apalagi menganiaya dengan cara yg tragis seperti itu," sesal anggota Fraksi Nasdem itu, Senin (28/10).

Ia meminta pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus tersebut. Kepala desa beserta pihak yang terlibat dalam proses penganiayaan terhadap korban, harus dihukum sesuai perundang-undangan yang berlaku sehingga memberikan efek jera bagi yang lain.

"Kalau pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Kobalima dan Polres Belu lamban, maka kita akan bawa kasus ini ke KOMNAS HAM, karena korban itu masih dibawah umur," tegas Adi.

Tindakan main hakim sendiri ini juga disaksikan oleh para keluarga korban, yang akhirnya melaporkan kejadian ini di Polsek Kobalima.

Kapolsek Kobalima AKP Marthen Pelokila kepada merdeka.com melalui sambungan telepon mengaku, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga sejak Kamis (24/10) dan sementara para saksi sedang diambil keterangan oleh penyidik.

"Keluarga dan korban sudah datang dari hari Kamis dan sementara kita dengar keterangan dari para saksi. Korban dan banyak saksi yang diperiksa dan sementara pemberkasan," katanya, Senin (28/10).

Menurut Marthen, jika para saksi sudah diambil keterangan masing-masing, maka pihaknya akan menetapkan siapa pelaku dalam kasus ini siapapun dia.

"Terkait terlibat kepala desa setempat, nanti kita sampai disitu karena kita periksa saksi-saksi secara lengkap, nanti menentukan siapa-siapa pasti semua dapat. Kita akan profesional karena bukan kepala desanya, tapi pribadi dia dan kita akan periksa juga," tegasnya.

Aksi tak terpuji ini pertama kali dibagikan oleh akun bernama Phutra Mountain, yang akhirnya viral di facebook karena terus dibagikan dengan berbagai komentar oleh netizen. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini