Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi buka posko pengaduan korban Dimas Kanjeng di Samarinda

Polisi buka posko pengaduan korban Dimas Kanjeng di Samarinda Pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas. ©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma

Merdeka.com - Polres Samarinda membuka posko pengaduan masyarakat yang mungkin merasa dirugikan dan tertipu dengan kegiatan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Samarinda. Koordinasi juga telah dilakukan ke Polda Jawa Timur.

"Jadi, hari ini posko dibuka, melibatkan jajaran Polresta, silakan saja masyarakat mungkin mau memberitahukan. Kalau memang merasa ditipu atau merasa dirugikan, kita akan tindaklanjuti," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwiputro kepada merdeka.com, di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Rabu (5/10).

Hari ini, Setyobudi bertemu dengan sejumlah orang yang tinggal di Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Ta'lim Daarul Ukhuwah di Jalan Ir Sutami, di Samarinda.

"Di lokasi memang, yang tadinya ada gambar Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sekarang sudah tidak ada. Tulisan YPDK (Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng) juga sudah tidak ada," ujar Setyobudi.

Kepolisian, kata Setyobudi, masih menelusuri jumlah pasti pengikut padepokan di Samarinda. Sejauh ini, kepolisian belum bisa bertindak lebih jauh apabila pengikut padepokan sedang melakukan pengajian.

"Belum, belum kita temukan jumlah pengikut padepokan itu, masih kita inventarisir. Yang jelas kalau pengajian biasa kan, kita kan tidak bisa melarang," sebut Setyobudi.

"Bu RT (Ketua RT 22) juga bilang malam kemarin juga ada pengajian rutin malam Rabu, pengikutnya yang jelas berkurang. Apakah yang ada sekarang ini pengikut padepokan yang setia atau tidak, kita belum tahu," tambahnya.

Dikabarkan, pemilik padepokan, Sumaryono, dalam waktu dekat juga akan pulang ke Samarinda, setelah sebelumnya sempat pergi ke Jawa Timur, pascamaraknya pemberitaan penangkapan Dimas Kanjeng.

"Informasi yang kita dapatkan bahwa dalam waktu dekat, akan pulang ke Samarinda. Nanti kita ambil keterangan dulu lah. Kita interogasi dulu," tambahnya.

"Tentu, meski aktivitas di padepokan Taat Pribadi di Samarinda berkurang pascapenangkapan Dimas Kanjeng, tetap dalam pengawasan kita. Babinsa sampai Babinkamtibmas, RT, Lurah kita juga minta bantuan untuk pengawasan," terangnya lagi.

Posko pengaduan yang dibuka mulai hari ini, sambil berkoordinasi bersama dengan Polda Jawa Timur, untuk menginventarisir kemungkinan kerugian dari warga pengikut padepokan Taat Pribadi di Samarinda.

"Kita tanya ke Polda Jatim, kita koordinasikan, sejauh mana apakah ada korban yang merasa dirugikan materi, atau barang barang lain, kita belum belum tahu. Kan kita belum tahu masyarakat si A atau si B," jelasnya.

"Dia memang meninggalkan padepokan mungkin karena malu. Tapi kita belum tahu pasti karena belum ada komunikasi dengan dia. Kan belum kita tanya yang bersangkutan (Sumaryono sebagai pemimpin padepokan Taat Pribadi di Samarinda)," pungkas Setyobudi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Fajar Setiawan saat dihubungi merdeka.com menerangkan, jajaran Polda Kalimantan Timur tengah menelusuri, kemungkinan adanya padepokan lain Taat Pribadi, selain di Samarinda. "Ya, kita sedang telusuri selain di Samarinda. Sejauh ini, belum ada yang melaporkan merasa dirugikan atau tertipu," kata Fajar.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP