Polisi Amankan Tiga Peserta Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Sukoharjo
Merdeka.com - Aparat Polres Sukoharjo mengamankan 3 orang peserta aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, di simpang tiga Kartasura, yang berlangsung ricuh, Kamis (8/10). Ketiga orang yang diamankan tersebut, seorang diantaranya merupakan pelajar dan 2 orang lainnya warga sipil.
"Ada 3 orang yang kita amankan. Saat ini mereka sedang kita periksa," ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Jumat (9/10).
Kendati demikian, Yugo belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait ketiga orang tersebut. Aksi demonstrasi Kemarin memang meninggalkan sejumlah permasalahan. Selain pembakaran truk Satpol PP, juga terdapat puluhan kendaraan yang rusak, termasuk diantaranya kendaraan milik wartawan peliput. Beberapa tembok milik warga dan fasilitas umum juga tak luput dari aksi vandalisme.
Untuk membubarkan massa, polisi memang menurunkan kekuatan penuh. Sedikitnya 1.000 personel gabungan dari Polres Sukoharjo, Polres sekitar Polda Jawa tengah Satpol PP dan TNI diterjunkan. Polisi bahkan harus menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi yang menjurus anarkis tersebut. Hal tersebut membuat para peserta aksi ketakutan hingga ada yang terjebak dalam sumur.
Akibat ketakutan atas kejaran polisi seorang peserta aksi Solo Raya Menggugat terperosok ke sumur tua sedalam 10 meter, Kamis (8/10) malam. Seorang peserta demo tersebut masuk ke dalam sumur milik warga Dukuh Giringan RT 02 /RW 02, Desa Kartasura, Kecamatan Kartasura, setelah berlari dari kejaran polisi yang membubarkan massa demo. Beruntung, orang tersebut selamat dengan luka patah kaki kanan.
"Ya benar, ada kejadian orang (peserta demo) tercebur sumur tua di lahan kosong milik warga. Kejadian sekitar pukul 18.00 WIB," ujar saksi mata Agus Subagya.
Ia mengaku mendengar teriakan minta tolong dari rumahnya di lantai III. Dirinya kemudian keluar rumah mencari sumber suara tersebut dan menemukan ada orang masuk sumur.
"Saya kaget ada orang masuk sumur. Setelah saya tanya ternyata peserta demo yang lari dikejar petugas. Sebelumnya juga terdengar tembakan gas air mata dari polisi," jelas dia.
Tanpa berpikir panjang, ia pun langsung menolongnya dengan dibantu warga. Ada tiga mobil ambulans yang datang memberikan bantuan medis karena kaki kanannya patah.
"Evakuasi berjalan 30 menit. Korban dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulans untuk diberikan perawatan," jelasnya lagi.
Menurut pengakuan orang yang masuk sumur tersebut, dikatakannya, berasal dari serikat buruh asal Kecamatan Baki, Sukoharjo. Warga kaget dengan kejadian ini karena tidak mengetahui ternyata ada sumur tua di kampung. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya