Polda Sumsel sebar anggota di jalur mudik rawan pungli
Merdeka.com - Direktorat Lalulintas Polda Sumatera Selatan akan mengoptimalkan patroli di daerah yang termasuk rawan pungutan liar (pungli) saat arus mudik lebaran. Sementara operasi pungli oleh preman terhadap sopir truk terus dilakukan.
Dirlantas Polda Sumsel Kombes M Taslim Chairuddin mengungkap, kawasan yang menjadi prioritas pengamanan adalah Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. Sebab, dua daerah itu terbilang rawan pungli yang dilakukan preman jalanan.
"Saya sudah instruksikan ke setiap lantas di polres-polres untuk melakukan patroli selama arus mudik dan balik lebaran. Kita ingin memberikan kenyamanan pengendara," ungkap Taslim, Rabu (23/5).
Dikatakannya, modus pungli yang dilakukan preman adalah membuat kemacetan terlebih dahulu dengan cara apapun. Setelah itu, barulah mereka mendekati sopir-sopir untuk meminta sejumlah uang.
"Mereka berkelompok, bikin macet saat tidak ada petugas. Di situlah mereka beraksi," ujarnya.
Menurut dia, patroli dilakukan dalam dua hal, yakni terbuka dan tertutup. Patroli terbuka secara langsung mencegah dan menakuti para pelaku yang hendak melakukan pungli. Sementara patroli tertutup sebagai upaya menyelidiki kebenaran adanya laporan terkait aksi pungli.
"Kemarin di Jalinsum Kayuagung (Ogan Komering Ilir) itu diamankan dua orang. Tiga orang termasuk koordinatornya kabur. Tangkapan seperti ini terus kita lakukan," kata dia.
Terkait pungli preman terhadap sopir truk yang pernah diadukan ke Presiden Joko Widodo, Taslim menyebut sudah mulai dilakukan tindakan tegas. Biasanya, modus yang digunakan pelaku dengan cara menempel cap tulisan tertentu di bak truk.
"Pungli berawal dari cap-cap itu dengan alasan jasa pengamanan. Nah, kita sudah berangsur hapus cap-cap itu. Kita juga minta masyarakat lapor jika menjadi korban," katanya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya