Polda NTT Tahan 8 Tersangka Korupsi Benih Bawang Merah Malaka

Jumat, 13 Maret 2020 03:31 Reporter : Ananias Petrus
Polda NTT Tahan 8 Tersangka Korupsi Benih Bawang Merah Malaka Polda NTT Tahan 8 Tersangka Korupsi Benih Bawang Merah Malaka. ©2020 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur resmi menahan delapan orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan benih bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun anggaran 2018.

Delapan tersangka itu adalah YN sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka sebagai pengguna anggaran, EPMM dan SDS sebagai makelar proyek, YKB Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka sebagai Pejabat Pembuat Komitmen.

Kemudian AKA Pegawai Negeri Sipil sebagai ketua Pokja ULP, KB Pegawai Negeri Sipil sebagai Sekretaris Pokja ULP, MB Kabag ULP Kabupaten Malaka tahun 2018 dan SB sebagai direktur utama CV Timindo.

Delapan tersangka ini sedang ditahan di sel Polres Kupang Kota selama 20 hari ke depan untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Nilai kontrak dugaan tindak pidana korupsi pengadaan benih bawang merah tersebut sebesar Rp9.680.000.000 dengan cara me-mark up harga dan pertentangan kepentingan pengadaan barang dan jasa pemerintah, yang tidak sesuai. Sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp4.915.925.000,00 berdasarkan hasil audit BPK Perwakilan Nusa Tenggara Timur.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Johannes Bangun menjelaskan, tindak pidana korupsi ini berawal dari laporan masyarakat. Kemudian pihaknya melakukan penyelidikan awal berupa pengumpulan bahan keterangan dan dokumen.

"Setelah melakukan gelar perkara lalu dinaikkan status perkara dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, sehingga melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 46 orang, serta melakukan penyitaan dokumen dan uang," katanya, Kamis (12/3).

1 dari 1 halaman

Dia mengatakan, dari para tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa dua boks berisi dokumen perencanaan, proses pengadaan, dokumen pelaksanaan kontrak, serta dokumen pembayaran terkait paket pengerjaan pengadaan benih bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun 2018.

Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit mobil HRV warna hitam dengan nomor polisi W 1175 VK, senilai Rp400.000.000, serta uang tunai sebesar Rp665.696.000. Sehingga jumlah total penyelamatan uang negara sebesar Rp1.065.696.000.

Sementara itu Dirkrimsus Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Heri Try Maryadi menambahkan, pada saat proses pengadaan, Kabupaten Malaka sedang mengalami surplus bawang merah ditambah lagi dengan kualitas bawang merah yang didatangkan dari Brebes itu sangat rendah, sehingga proyek ini dianggap mubazir.

"Motivasi dari proyek ini ingin membantu masyarakat namun pada situasi yang tidak tepat. Seharusnya tidak ada kekurangan karena masyarakat sedang panen, setelah vonis nanti kita lakukan pemeriksaan ulang dengan tindak pidana baru yakni pencucian uang," tutupnya. [fik]

Baca juga:
Berhijab, Jennifer Dunn Bersaksi di Sidang TPPU dan Korupsi
Strategi Ketua KPK Fokus Lakukan Pencegahan Korupsi
Komisi B Bakal Panggil Perumda Pasar Jaya Soal Dugaan Korupsi Pembelian Tanah
KPK Gagal Periksa Dua Adik Ipar Nurhadi
Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Tanah Rumah DP Rp0 DKI

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini