Polda Jateng gelar rekonstruksi kasus air PDAM Solo berwarna merah
Merdeka.com - Kasus air minum PDAM Solo berwarna merah darah yang menghebohkan kini ditangani Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng). Hari ini sejumlah petugas melakukan rekonstruksi di lokasi terduga pencemaran sebuah pabrik Jalan Adi Soemarmo 257, Banyuanyar, Banjarsari, Solo.
Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.00 di lokasi luar pabrik. Kendati melibatkan sejumlah saksi, namun tak terlihat papan nama yang dikenakan tersangka. Beberapa saksi yang dilibatkan di antaranya pegawai PDAM, pegawai pabrik dan tukang bangunan yang melakukan penggalian saluran pembuangan.
Pantauan merdeka.com di lokasi, adegan pertama diperagakan salah satu saksi di tempat pelanggan PDAM. Pelanggan tersebut merupakan orang pertama yang mengetahui timbulnya pencemaran. Tak sedikit masyarakat maupun pengguna jalan yang menyempatkan diri untuk menyaksikan kegiatan tersebut.

Rekonstruksi dilanjutkan di sekitar pabrik PT Mahkota Citra Lestari. Dalam sesi tersebut, adegan diperankan oleh direktur teknik PDAM, Tri Atmojo. Kepada petugas, Tri menyampaikan awal mula kecurigaannya terkait asal pencemaran tersebut. Tak lama kemudian, rekonstruksi berpindah di lokasi saluran pembuangan, depan pabrik. Saluran inilah yang diduga menjadi sumber masalah terjadinya pencemaran limbah pipa milik PDAM.
Pada adegan ini, saksi memperagakan adanya karyawan yang sempat membongkar saluran limbah. Kemudian adegan dilanjutkan di dalam area pabrik. Namun, petugas melarang media untuk masuk ke dalam area tersebut.
Pada kesempatan sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja menyebutkan, rekonstruksi yang dilakukan hari ini, dimaksudkan untuk memperdalam keterangan dan fakta yang sudah didapatkan di lapangan. Hasilnya dijadikan pertimbangan untuk penetapan tersangka.

"Rekonstruksi ini untuk memperdalam penyidikan kasus pencemaran ini, kalau untuk itu (tersangka) belum," kata dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya