Polda Jabar: Dua kecelakaan tragis di Puncak karena rem bus blong
Merdeka.com - Deretan kecelakaan terjadi di Jalur Puncak Bogor selama dua kali musim libur panjang beberapa pekan lalu. Kecelakaan di Selarong Desa Cipayung, Kabupaten Bogor, pada 22 April menewaskan empat orang. Sepekan kemudian kecelakaan serupa terjadi di Ciloto, Kabupaten Cianjur, yang menewaskan 12 orang.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan menuturkan, kecelakaan yang terjadi selama dua kali libur panjang itu karena tidak berfungsinya rem dengan baik. Pernyataan itu disampaikan saat rapat koordinasi bersama Dishub Jabar, PO bus, Organda, Jasa Raharja, dan beberapa unsur lainnya, di ruang rapat utama Dinas Perhubungan Jabar, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Selasa (2/5).
"Hasil uji analisis. Dua-duanya sama sistem rem enggak berfungsi. Rumah-rumah rem itu rusak. Artinya dengan kapasitas jumlah penumpang banyak, dan tidak layak. Kendaraan tersebut terdaftar kepolisian, tapi tidak terdaftar uji kelayakan," kata Tomex.
Polisi berharap tidak ada lagi kecelakaan serupa. Karena itu pihaknya mendorong Dishub agar tidak ragu menindak PO nakal yang tidak memperhatikan kelaikan kendaraannya.
"Dengan segala hormat kami minta selamatkan warga negara dari korban. Masyarakat sudah bayar sesuai dengan ketentuan. Masyarakat berhak nanya si supir punya sim enggak, STNK, buku KIR. Sehingga masyarakat dijamin. Masyarakat harus kritis," ujarnya.
Dia melayangkan ancaman pada siapa saja yang mengoperasikan bus tidak laik. Dia mengingatkan bahwa pemilik dan manajemen bisa dipidana dengan ancaman 3 kali lipat dari 6 tahun kurungan penjara dengan denda Rp 12 miliar jika nekat mengoperasikan kendaraan tidak laik.
Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Dedi Taufik menuturkan, korban kecelakaan di jabar akhir-akhir ini seperti korban perang. Kecelakaan lalu lintas jadi faktor kematian kelima. Hal itu kebanyakan disebabkan faktor pelanggaran terkecil bisa jadi penyebab kecelakaan.
"Musim libur harap-harap cemas. Makanya harus ada kesepakatan dengan PO dan harus dipaksa," terangnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya