Pocong, dulu ditakuti kini jadi pundi-pundi materi
Merdeka.com - Pocong, merupakan salah satu sosok hantu yang sangat terkenal di Tanah Air. Bentuknya yang seram tapi unik, karena dibungkus oleh kain kafan dan cuma terlihat wajahnya yang pucat.
Istilah pocong berasal dari bahasa Jawa yakni pocongan, merupakan jenazah yang dibalut kain kafan. Pocong, merupakan salah satu sosok hantu yang sangat terkenal di Tanah Air. Istilah pocong yang awalnya hanya familiar bagi masyarakat Jawa akhirnya meluas hingga Sumatera dan seluruh Tanah Air.
Pocong berdasarkan asal-usulnya ada yang mengatakan berasal dari orang yang meninggal dunia. Di mana, saat dikubur, tali di kain kafan mayat tersebut tidak dibuka. Akibatnya arwah gentayangan minta tali pocongnya dicabut.
Versi lain, sejarah pocong berasal dari jin. Jin yang menyerupai pocong ini biasanya muncul dari kegelapan, misalnya dari atas pohon, dari balik dinding dan dari tempat-tempat angker. Ada juga yang mengatakan bahwa pocong berasal dari seorang dukun santet. Entah mana yang benar.
Lalu, kenapa akhirnya pocong menjadi komersil? Dalam film-film Indonesia, pocong ditampilkan sebagai salah satu perwujudan hantu. Mulai film horor murni, sampai dengan film horor komedi, sosok pocong sering eksis.
Film pocong dan film-film horor sangat laku di Indonesia, lantaran masyarakat kita suka dengan hal-hal yang berbau mistis. Menurut Karl G. Heider dalam buku "Indonesian Cinema: National Culture on Screen" (1991) menyebutkan, kisah-kisah horor dalam film Indonesia kebanyakan soal klenik atau kisah-kisah seram yang melegenda di masyarakat, termasuk pocong.
Akibatnya, banyak film-film bertema pocong menjamur di Tanah Air, mulai dari tahun 1988 silam, muncul film 'Setan Pocong'. Pada tahun 1990-an, film bertema pocong atau hantu-hantu lain kalah tenar dengan film esek-esek. Film bertema hantu mulai eksis kembali pada tahun 2000-an.
Film 'Pocong' karya sineas muda Rudy Sujarwo sukses di pasaran. Film ini pun dibuat sekuel dengan judul 'Pocong II'. Setelah dua film bertema pocong karya Rudy Sujarwo sukses, para insan film pun berlomba-lomba membikin film bertema pocong, baik yang benar-benar menyeramkan atau cuma lucu-lucuan, atau dibumbui dengan kemolekan tubuh sang pemain.
Selain eksis di layar perak, sosok pocong juga banyak ditampolkan di layar kaca. Di acara-acara parodi di televisi, banyak menampilkan pocong, yang tentunya bukan untuk menakut-nakuti. Melainkan untuk tujuan mendapatkan gelak tawa penonton.
Tak cuma itu, sosok pocong juga banyak muncul di 'rumah hantu' yang biasanya ditampilkan di pasar malam di kampung-kampung atau di daerah-daerah pinggir kota. Dengan membayar sekian ribu rupiah, pengunjung dapat menikmati berbagai macam hantu, dan tentunya ada sosok pocong di sana.
Bahkan, di jagat maya juga eksis pocong, bukan pocong beneran melainkan akun di Twitter dengan nama @pocongggbeneran yang memiliki belasan ribu follower.
Dari kisah turun temurun dari masyarakat, akhirnya pocong menjelma menjadi sebuah komoditi yang menghasilkan materi. Banyak sutradara film mengambil tema pocong untuk film-film yang mereka buat. Akhirnya, pocong pun menjadi alat untuk mendapatkan pundi-pundi materi. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya