PKS Nilai Teror Diskusi UGM Memberangus Mimbar Akademik

Minggu, 31 Mei 2020 14:03 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PKS Nilai Teror Diskusi UGM Memberangus Mimbar Akademik Aboe Bakar Alhabsy. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsy menyesalkan aksi teror yang menimpa pembicara, moderator dan penyelenggara diskusi bertema 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. Dia mengecam keras kejadian itu.

"Saya sangat mengutuk adanya pengancaman yang dilakukan terhadap panitia diskusi," kata Aboe Bakar, Minggu (31/5).

Aboe mengaku menerima laporan adanya pemanggilan terhadap panitia diskusi oleh pihak berwajib. Menurutnya, hal itu pemberangusan mimbar akademik.

"Saya mendengar ada ancaman pemanggilan oleh Kepolisian, ancaman mengenakan pasal makar, hingga ancaman pembunuhan. Akibatnya diskusi tersebut dibatalkan, ini termasuk pemberangusan mimbar akademik," tuturnya.

Pengancaman seperti ini, lanjut dia, sangat berbahaya untuk forum akademik, karena akan memberangus kegiatan diskusi dan penumbuhan wacana.

"Tentunya hal ini sangat membahayakan untuk negara demokrasi, karena para akademisi di bungkam dengan berbagai ancaman. Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, harus disikapi dengan serius," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Minta Polisi Usut

Aboe Bakar tidak ingin kejadian ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Dia minta kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mengusut kejadian itu.

"Saya yakin, ada pihak ketiga yang memancing di air yang keruh. Tidak mungkin aparat mengirim ancaman dengan pola demikian. Karenanya, saya minta Polda DIY memberikan atensi serius terhadap persoalan ini," imbuhnya.

"Mari kita tunjukkan bahwa aparat menjamin keamanan mimbar akademik. Hal itu dapat ditunjukkan dengan mengusut dan memproses secara hukum mereka yang menjadi dalang pengancaman tersebut," tandas dia. [eko]

Baca juga:
Polri Siap Mengusut Pelaku Teror Diskusi UGM
Teror di Diskusi UGM Dinilai Bentuk Pemerintahan Jokowi Anti Demokrasi
Namanya Dicatut Dalam Teror Diskusi UGM, Muhammadiyah Klaten Minta Polisi Usut Tuntas
UII Akan Laporkan Pihak yang Tuding Guru Besarnya Lakukan Makar
UII Soal Guru Besarnya Diteror: Tidak Bisa Ditoleransi Oleh Hukum Demi Tegaknya HAM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini