PKL ditertibkan, Bongkaran Tanah Abang tetap menggeliat
Merdeka.com - Lapak-lapak pedagang kaki lima dan tempat pemotongan hewan di Tanah Abang sudah ditertibkan. Namun tidak dengan tempat esek-esek di pinggiran rel Tanah Abang yang biasa disebut Bongkaran. Para PSk hanya akan libur sebentar, lalu beroperasi kembali.
Pemilik warung klontong sebut saja Toni mengatakan, sudah menjadi kebiasaan jika lokalisasi ini hanya berhenti ketika ada tindakan dari petugas. Selanjutnya, karena urusan perut para kupu-kupu malam akan kembali berkeliaran.
"Liburnya mah awal-awal saja, ke sononya sih ada saja pasti yang mangkal. Ya emang sih gak kayak hari biasa," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (12/8) malam.
Roni mengatakan, berbagai upaya untuk melakukan penertiban tempat prostitusi ini sudah sering dilakukan oleh pemprov DKI Jakarta sebelum kepemimpinan Jokowi . Menurutnya, kisah klasik tersebut akan terus berulang sepanjang pemerintah tidak serius, dan memberikan solusi yang tepat dalam melakukan penertiban.
"Kemarin pas penertiban PKL di Tanah Abang itu emang gak beroperasi. Tapi yang sudah-sudah sih paling lama seminggu. Tunggu suasana kondusif, Satpol PP kagak jaga lagi, yah ramai lagi," ungkapnya.
Pria paruh baya ini menuturkan, ada beberapa alasan mengapa Bongkaran sulit ditertibkan, salah satunya adalah kurang ketatnya pengawasan di sekitar lokasi oleh aparat terkait.
"Kalau dijaga Satpol PP, pasti gak operasi deh. Tapi enggak tahu apa emang ada koordinasi atau engak? Penjagaan tuh gak pernah lama, abis itu tau sama tau saja," ucapnya diringi tawa kecil.
Menurut Roni, alasan lain mengapa tempat ini sulit ditertibkan adalah keberadaan para preman yang menggantungkan hidupnya dari dunia hitam. Para preman sebagai jasa pengamanan dari beberapa hotel melati di sekitaran lokasi dan juga warung remang-remang yang berada di pinggiran rel.
"Mereka siap pasang badan, mungkin karena dibayar. Apalagi dagangan di sana kan harganya beda, kalau baru pertama kali ke sana pasti dikerjain, gak sanggup bayar berurusan dah sama mereka," terangnya.
Seperti diketahui, Minggu (11/8) ratusan petugas gabungan melakukan penertiban terhadap ratusan pedagang kaki lima sekitaran Tanah Abang yang berdagang di bahu jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Beberapa, tenda yang menjadi sarang wanita penghibur trotoar di Jalan Jati Baru, mengarah stasiun Tanah Abang pun tidak luput dari penertiban itu.
Rencananya, beberapa personil Satpol PP akan terus melakukan penjagaan setiap harinya di pasar terbesar se Asia Tenggara ini. Tentu saja perlu tidakan tegas dari Gubernur Fenomenal DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) untuk membebaskan kawasan Bongkaran, Tanah Abang, dari praktik prostitusi dan kriminalitas yang terjadi saat ini.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya