Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pimpinan PWNU Jatim Imbau Rakyat dan Santri Tak Terprovokasi Ajakan People Power

Pimpinan PWNU Jatim Imbau Rakyat dan Santri Tak Terprovokasi Ajakan People Power Wakil Ketua PWNU Jatim Reza Ahmad Zahid. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Reza Ahmad Zahid menolak gerakan people power yang dicetuskan oleh politikus senior PAN Amien Rais. Menurut Gus Reza, begitu dia disapa ini, ajakan people power merupakan ajakan yang menyesatkan dan dihimbau masyarakat jangan sampi terprovokasi.

Gus Reza menjelaskan people power bukan cerminan masyarakat yang beragama, yang berbangsa dan bernegara dan jauh dari etika bangsa.

"Pertama, alasannya untuk menegakkan kalimat Allah padahal yang diserang jelas-jelas sesama muslim, saudaranya sendiri. Jadi tidak ada alasan lagi mereka melakukan people power ini untuk Li I'lai Kalimatillah (menegakkan kalimat Allah)," kata Gus Reza kepada merdeka.com Minggu (12/5) malam.

Pengasuh Ponpes Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri ini menyebut alasan kedua karena gerakan people power ini menyalahi etika berbangsa dan bernegara karena berlawanan dengan keputusan dari Komisi Pemilihan Umum.

"Sebaiknya kalau sudah ditetapkan oleh konstitusi dan oleh pemerintah, sebagai rakyat, sebagai bangsa yang mengikuti aturan pemerintah dan UUD 1945 harus tunduk dengan konstitusi, harus tunduk dengan aturan pemerintah," ujarnya.

Gus Reza menilai jika pihak yang keberatan dengan hasil KPU menerima dengan lapang dada, masyarakat pasti bangga.

"Adannya gerakan people power ini jelas saya menolak dan mengimbau kepada masyarakat, kepada para santri agar tidak terprovokasi dengan ajakan people power. Itu ajakan yang menyesatkan, jangan sampai terprovokasi," imbuhnya.

Selain itu, dia menyarankan agar semua pihak memaknai Ramadan dengan tidak menggelar people power. Gus Reza berpendapat, alangkah lebih baik jika Ramadan dimanfaatkan sebagai momen menjaga hawa nafsu dan emosi.

"Kalau betul-betul memaknai Ramadan secara mendalam, malah justru mereka harusnya tidak merealisasikan people power. Jikalau mereka menyadari Ramadan memiliki pesan mengendalikan hawa nafsu, maka mereka pasti akan mengendalikan hawa nafsunya. Oleh karena itu, mumpung ini di bulan suci Ramadan menjadi peringatan bagi kita semua agar bisa mengendalikan hawa nafsu. jangan sampai malah memprovokasi dan membuat onar di tengah-tengah masyarakat," pungkas Pembantu Rektor I Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri ini.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP