Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pilpres 2019, Cak Imin berpeluang bangun poros santri

Pilpres 2019, Cak Imin berpeluang bangun poros santri Cak Imin. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Meskipun pemilu presiden masih berlangsung 2 tahun ke depan, tetapi manuver politik antar partai dan tokoh politik telah mengemuka. Salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berpotensi mengusung kadernya untuk bertarung dalam pemilu 2019, setidaknya untuk kans Wakil Presiden.

Demikian diungkapkan Direktur The Centre for Media Gender and Democracy Dedi Kurnia Syah meyakini, konsistensi PKB dalam menjaga pemilih santri berpeluang untuk memunculkan satu nama kontestan Wapres.

"Kita bicara data, PKB sejauh ini miliki tren suara yang baik, pemilih loyalnya cukup signifikan dalam mendukung kadernya di berbagai even electoral. Sebagai partai terbuka yang kuat nuansa Islam moderatnya, potensi cawapres sangat relevan lahir dari partai Nahdlatul Ulama ini," ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu (18/10).

Dedi menilai tren politik nasional mulai bergeser ke kelompok sektarianistik, isu agama menjadi persoalan serius dan terbukti mempengaruhi konstelasi politik dalam tahun-tahun terakhir ini. Paling fenomenal pada Pilgub DKI Jakarta lalu. Untuk itu, ia optimis partai-partai berafiliasi pada agama memiliki peluang yang cukup baik.

"PKB, setidaknya memimpin perolehan suara parpol-parpol berbendera agama seperti PAN dan PPP. Keunggulan Muhaimin, selain Ketum PKB, dia menjadi tokoh politik paling bersinar di kalangan NU saat ini. Cak Imin mendapatkan sokongan kuat dari kalangan santri yang loyal. Cak Imin miliki peluang besar untuk membangun poros politik santri, atau menjadi penentu kontestasi koalisi Capres-Cawapres 2019 bersama kalangan nasionalis," jelasnya.

PKB, lanjut Dedi, hanya memerlukan tambahan suara di luar santri, dan kondisi tersebut dapat dicapai dengan memilih mitra politik strategis.

"Hematnya, mereka hanya memerlukan mitra yang strategis, tentu bukan dari kalangan santri, agar tidak ada dua matahari. Jokowi menurut saya relevan mempertimbangkan Cak imin untuk mewakilinya. Keduanya saling melengkapi," tutupnya. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP