Picu Kerusuhan di Lampung Tengah, Ternyata Ini Penyebab 2 Pemuda Ribut di Medsos Berujung Penikaman

Pelaku penganiayaan sudah ditangkap namun masih diperiksa intensif.

Yosephin Suci Wulandari
Picu Kerusuhan di Lampung Tengah, Ternyata Ini Penyebab 2 Pemuda Ribut di Medsos Berujung Penikaman
Picu Kerusuhan di Lampung Tengah, Ternyata Ini Penyebab 2 Pemuda Ribut di Medsos Berujung Penikaman (Merdeka.com)

Kerusuhan terjadi di Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025 sekitar pukul 08.10 WIB.

Kerusuhan tersebut mengakibatkan beberapa tempat salah satunya rumah milik lurah dan sejumlah mobil terbakar.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Alsyahendra membenarkan peristiwa itu. Kerusuhan buntut kematian salah satu warga setelah saling serang dengan warga lainnya yang di picu unggahan di media sosial.

Korban meninggal diketahui berinisial SA, warga Kampung Gunung Agung. Dia tewas ditusuk AS (41), warga Gunung Batin Ilir, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.

Sebelum terjadinya pembunuhan tersebut, ternyata keduanya bertengkar di media sosial. Pemicu pertengkaran di medsos itu bermula dari isu dugaan penyelewengan Bantuan Pangan Nasional (Bapang) beras yang menyeret nama Kepala Kampung Gunung Agung.

"Komentar korban di TikTok dianggap tidak pantas oleh pelaku, yang memicu pertengkaran lebih lanjut," ujar Kapolres.

Keduanya memutuskan untuk bertemu di Pasar Bandar Agung dan di situlah keduanya terlibat adu mulut yang berujung pada perkelahian.

Pelaku yang memegang pisau menikam korban di bagian leher, rusuk kiri, dan kaki kanan. Korban terkapar.

Mendengar kematian korban, sekelompok orang datang dan tiba-tiba melakukan tindakan anarkis. Api juga berkobar mengakibatkan rumah lurah, kantor tempat pelayanan publik sementara serta warung depan SPBU Gunung Agung ludes ter terbakar

Pelaku penganiayaan sudah ditangkap. Diduga ada keterlibatan oknum kepala Kampung Gunung Agung dalam dugaan penyelewengan bantuan sosial berupa beras dari badan ketahanan pangan.

Saat ini situasi sudah kondusif. Namun polisi mengerahkan ratusan personel untuk berjaga-jaga mencegah kejadian serupa terulang.

Rekomendasi