PGRI Harap Pidato Mendikbud Nadiem Ditindaklanjuti Aksi Nyata

Senin, 25 November 2019 16:28 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
PGRI Harap Pidato Mendikbud Nadiem Ditindaklanjuti Aksi Nyata Mendikbud Nadiem Makarim. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) angkat bicara terkait pidato 2 halaman Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang disampaikan dalam peringatan Hari Guru Nasional, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Pusat, pagi tadi. Dalam pidatonya, Nadiem mengajak para guru berinovasi dalam mengajar.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi berharap imbauan Mendikbud tersebut tak hanya sekedar retorika. Dia mengatakan, perlu ada aksi nyata dari pidato yang disampaikan Mendikbud tersebut.

"Dari pandangan PGRI adalah bahwa pidato itu tidak hanya disampaikan, perlu ditindaklanjuti aksi nyata misalnya langsung menyederhanakan aturan-aturan dan memberikan penguatan kepada pengawas dan kepala sekolah," kata Unifah saat dihubungi merdeka.com, Senin (25/11).

Menurut dia, salah satu langkah nyata itu tak menghapus pengawas sekolah. Alasan dia, pengawas sekolah itu sangat penting untuk memantau sistem pendidikan di sekolah tersebut.

Selain itu, kata Unifah, pidato disampaikan Mendikbud tersebut bukanlah hal baru. Menurut dia, imbauan disampaikan Menteri Nadiem itu sebetulnya kerap disampaikan PGRI dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara puncak perayaan Hari Guru 2 Desember 2017 lalu di Stadion Chandrabaga Bekasi.

"Kami mengapresiasi iya karena menteri yang menyampaikan maka resonansinya menjadi lebih besar semoga ditindaklanjuti pejabat di bawahnya, tetapi permasalahan itu sudah sering disampaikan PGRI dipelbagai kesempatan termasuk oleh Bapak Presiden Desember 2017 di Stadion Chandrabaga Bekasi 2 tahun lalu dan presiden sangat mengapresiasi," ujar Unifah.

1 dari 2 halaman

Kesejahteraan Guru Diperhatikan

Unifah mengatakan, guru merupakan episentrum perubahan untuk menuju Indonesia maju. Dia menambahkan kemajuan teknologi, komunikasi, dan informasi sangat cepat dan membawa dampak dalam proses pembelajaran di sekolah.

"Untuk itu sudah seharusnya perhatian terhadap guru menjadi sangat penting mulai dari pemenuhan kebutuhan guru, profesionalisme, kesejahteraan, pelatihan, hingga perlindungannya," ujar Unifah.

Unifah mengatakan, PGRI memiliki momitmen terhadap pentingnya literasi utamanya literasi digital bagi guru, siswa, dan orang tua. Pergeseran peran guru di era digital, kata dia, sebagai fasilitatator pembelajaran yang menarik serta menantang rasa ingin tahu siswa sehingga terdorong untuk menjadi pembelajar mandiri.

"Inilah yang harus terus menerus ditanamkan dan menjadi kesadaran bagi guru dalam menjalan tugas utamanya sebagai pendidik dan pengajar," imbuh Unifah.

Unifah juga menambahkan bahwa sejatinya teknologi tidak akan bisa menggantikan guru. Hal itu mengandung makna bahwa guru profesional dan berintegritas akan terus menjadi isu global dan menjadi perhatian dunia.

Guru yang mencintai pekerjaanya, lanjut dia, mengabdikannya bagi kemajuan peserta didik, memperbaiki kualitas diri dan terus berinovasi untuk memperoleh praktik terbaik dalam melaksanakan tugasnya. Serta sadar sepenuhnya bahwa perilaku dirinya dijadikan contoh bagi siswanya, dan memperlakukan peserta didik setara tanpa membedakan latar belakang apapun, menjadikan ruang kelas sebagai rumah perubahan, dan menjaga toleransi.

"Guru sadar bahwa keberagaman adalah keniscayaan, guru yang merawat perbedaan sebagai karunia, dan memerankan dirinya sebagai perekat NKRI. Inilah guru zaman kini dan zaman mendatang yang dibutuhkan bagi kemajuan bangsa untuk menciptakan Indonesia maju," kata dia lagi.

2 dari 2 halaman

Mendikbud Ajak Guru Berinovasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim beserta jajaran melakukan upacara Hari Guru Nasional, di halaman Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Pusat. Dalam upacara, Nadiem sebagai Pembina Upacara.

Nadiem mengatakan, dalam sambutan dirinya meminta maaf kepada peserta upacara. Sebab, upacara kali ini dirinya tak ada kata-kata indah buat para guru.

"Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua, bapak dan ibu guru yang saya hormati. Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata Inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya Ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," katanya di lokasi, Senin (25/11).

Nadiem mengakui, guru adalah profesi yang sulit dan mulia. Sebab, mengemban tugas untuk kemajuan bangsa Indonesia. Namun, lanjutnya, ia menyesalkan masih adanya guru yang tak mengerti akan tugas pokoknya.

"Anda ditugaskan untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberikan aturan daripada pertolongan. Anda ingin membantu murid yang tertinggal di kelas, tetapi waktu anda habis mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Anda tahu betul potensi anak tidak bisa diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan," katanya.

"Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustrasi karena anda tahu di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi yang akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Anda tahu setiap anak punya kebutuhan yang berbeda, namun keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi. Tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi," bebernya.

Oleh karena itu, mantan bos GoJek ini menegaskan agar para guru mengambil langkah perubahan guna anak didik yang berguna bagi bangsa dan negara.

"Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Tapi, perubahan tidak bisa dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dengan guru. Jangan menunggu aba-aba. jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda," pungkasnya. [gil]

Baca juga:
Mendikbud Nadiem Makarim Pimpin Upacara HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional
Aksi Mendikbud Nadiem di Upacara Hari Guru, Berjoget hingga Selfie
Pesan Mendikbud Nadiem buat Guru: Saya Tidak akan membuat Janji-janji Kosong ke Anda
Prabowo Dinilai Tepat Isi Posisi Menhan, Nadiem Makarim Masih Diragukan
Menteri Nadiem Pimpin Upacara Hari Guru Nasional di Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Sampaikan Pidato Hari Guru Lewat Tayangan Video
Riset Next Policy: Mengukur Harapan Warganet pada Nadiem Makarim dengan Teknologi AI

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini