Relawan Persatuan Golf Alumni Institut Pertanian Bogor (PGA IPB) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama. Mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan siap saji kepada warga terdampak banjir. Bantuan ini ditujukan bagi mereka yang masih mengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan kali ini memiliki sentuhan khusus yang berbeda dari sebelumnya. PGA IPB memutuskan menyajikan hidangan khas daerah, yaitu Mi Aceh, langsung di lokasi pengungsian. Inisiatif ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar. Namun juga memberikan hiburan serta kehangatan bagi para korban di masa sulit.
Kegiatan kemanusiaan ini dipusatkan di Posko Peduli Bencana PGA IPB. Lokasinya berada di Desa Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Sebanyak 100 kilogram Mi Aceh dimasak untuk disajikan kepada sekitar 500 porsi penerima. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban dan memberikan semangat baru bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kehangatan Mi Aceh Spesial untuk Pengungsi
Dalam aksi kemanusiaan kali ini, PGA IPB menyajikan hidangan Mi Aceh yang dimasak secara khusus. Sebanyak 100 kilogram mi diolah menjadi 500 porsi lezat, siap disantap oleh para pengungsi dan masyarakat sekitar. Proses memasak dilakukan langsung di Posko Peduli Bencana PGA IPB di Desa Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, sejak pagi hari.
Keistimewaan program PGA IPB Bantu Pengungsi Aceh Tamiang ini semakin terasa dengan kehadiran Chef Imran, seorang ahli kuliner dari kafe terkenal di kawasan Karang Baru. Chef Imran meracik bumbu rempah khas Aceh dalam porsi besar, memastikan setiap porsi Mi Aceh memiliki cita rasa otentik dan lezat. Antusiasme warga terlihat jelas, mereka berdatangan membawa wadah bahkan rela antre menyaksikan proses memasak dengan dua kuali besar.
"Bansos kali ini agak beda, kita khusus masak Mi Aceh, lalu kita bagi-bagikan kepada warga. Tidak hanya warga pengungsi sekitar sini, tapi pengendara dan becak motor yang singgah juga kita bagi," kata Relawan PGA IPB, Muhammad Irwan. Ia menambahkan, "Ini bansos Mi Aceh tahap pertama. Kami ingin warga pengungsi merasa terhibur dengan makanan khas Aceh di tengah situasi sulit ini."
Advertisement
Penyajian Mi Aceh ini sengaja dipilih sebagai menu makan siang, memberikan kehangatan dan energi yang dibutuhkan para pengungsi. Proses memasak yang melibatkan chef profesional ini menjamin kualitas rasa, sehingga Mi Aceh yang disajikan tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memanjakan lidah para korban banjir di Aceh Tamiang.
Advertisement
Komitmen Berkelanjutan dan Dampak Positif
Aksi kemanusiaan PGA IPB Bantu Pengungsi Aceh Tamiang ini tidak akan berhenti di satu lokasi saja. Muhammad Irwan menegaskan bahwa program masak 100 kilogram Mi Aceh ini direncanakan menjadi agenda bulanan yang akan menyisir berbagai titik pengungsian lainnya di Aceh Tamiang. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang PGA IPB dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
"Rencananya, program masak 100 kg Mi Aceh ini akan kami sajikan kembali di titik-titik pengungsi lain yang belum terjangkau. Kami ingin semangat kebersamaan ini dirasakan secara merata oleh saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang," ujar Irwan. Melalui program makan bersama ini, diharapkan kesehatan fisik dan psikologis khususnya para korban banjir dapat tetap terjaga selama masa darurat dan pemulihan.
Dampak positif dari kegiatan ini sangat dirasakan oleh para pengungsi. Nek Ipah (54), warga Kampung Kesehatan yang datang bersama anak dan lima cucunya, mengungkapkan rasa syukurnya. "Rasa mi-nya enak sekali, bumbunya terasa. Anak-anak dan cucu saya juga selera. Di tengah kondisi seperti ini, bantuan makanan hangat seperti Mi Aceh langka dan menghibur kami juga," ujar Nek Ipah.
Advertisement
Posko bencana PGA IPB di Aceh Tamiang akan terus berupaya menggalang dukungan dan mendistribusikan bantuan secara taktis. Kehadiran chef Imran di dapur posko memberikan warna tersendiri, dengan warga yang antusias menyaksikan proses memasak dan rela antre untuk mendapatkan sebungkus Mi Aceh hangat. Ini adalah bukti nyata bahwa PGA IPB berkomitmen untuk terus membantu.
Sumber: AntaraNews