Peserta Tewas saat MOS, Gubernur Sumsel Ancam Beri Sanksi SMA Semi Militer Palembang

Rabu, 17 Juli 2019 18:13 Reporter : Irwanto
Peserta Tewas saat MOS, Gubernur Sumsel Ancam Beri Sanksi SMA Semi Militer Palembang Gubernur Sumsel Herman Deru. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru heran dengan warga yang memasukkan anaknya ke sekolah berkarakter semi militer seperti SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang. Dia bakal memberikan sanksi tegas kepada sekolah itu jika melakukan pelanggaran prosedur.

Hal itu merupakan responsnya atas kematian DBJ (14) yang tewas diduga korban penganiayaan saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS), Sabtu (14/7) lalu. Seorang peserta lain juga tengah dirawat di rumah sakit dengan kondisi kritis pasca operasi di perut.

Dia mengimbau orang tua lebih selektif memilih sekolah bagi anaknya. Jangan sampai keinginan orang tua justru berdampak buruk bagi generasi mendatang. Terlebih lagi sekolah yang masih menerapkan perpeloncoan ketika menjadi siswa baru. Menurut dia, cara itu tak lagi efektif dan bermanfaat bagi siswa dalam pengenalan sekolahnya.

"Sudah enggak zamannya lagi pelonco, enggak zamannya lagi. Tapi memang sekolahnya (SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang) gaya-gaya militer. Saya heran orang tua mau sekolah kan anak-anak di tempat seperti itu," ungkap Deru, Rabu (17/7).

Deru berjanji akan memberikan sanksi tegas bagi sekolah tersebut jika terbukti melakukan pelanggaran dalam menggelar MOS. Termasuk juga penyelidikan kurikulum yang digunakan.

"Saya tidak sembarang mau ngomong tutup-tutup, kasihan sama siswa yang ada. Tapi kalau syaratnya tidak terpenuhi dalam MOS itu, kita akan tegur keras, kalau tidak bisa ditegur keras ada tingkatan lagi untuk mereka," ujarnya.

Meski demikian, dirinya masih menunggu pengungkapan kasus oleh polisi yang sedang berjalan. Sanksi bisa dikenakan kepada siapapun, baik pembina secara individu maupun manajemen sekolah.

"Dilihat dulu, ini karena ulah oknum atau protap, kalau protap jelas sekolahnya yang diberikan sanksi," tegasnya.

Diketahui, siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang, DBJ (14) tewas saat mengikuti mengikuti MOS, Sabtu (14/7). Dia mengalami luka memar di kepala dan dada.

Polisi yang menerima laporan dugaan penganiayaan langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, seorang pembina MOS, Obby Frisman Arkataku (24) ditetapkan sebagai tersangka yang diduga menjadi pelaku penganiayaan. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini