Pesan mantan teroris: Jaga NKRI dengan menyebarkan salam perdamaian
Merdeka.com - Iqbal Husaini alias Rambo alias Adrian Alamsyah empat tahun meringkuk di penjara. Dia terjerat kasus terorisme. Vonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dibacakan April 2006 lalu.
Dia terbukti menyimpan senjata api, amunisi serta bahan peledak pada kurun 2001 hingga Oktober 2004. Saat konflik di Ambon. Aksi jihad dilakukan bersama Abdullah Sunata. Iqbal juga melakukan latihan militer di Pulau Seram Barat.
Setelah menjalani hukuman pemahaman Iqbal tentang jihad berubah. Dia mengaku banyak belajar dari perjalanan hidupnya. Rasa cintanya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuntunnya berjihad. Namun langkah itu ternyata salah.
"Sebagai anak muda, saya ingin jadi pahlawan saat itu. Niat kami ingin menjaga NKRI, tapi ternyata caranya salah dan tidak sesuai dengan undang-undang dan Pancasila," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (9/11).
Iqbal kini aktif mengikuti berbagai kegiatan deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Itu sebagai bukti bahwa ia telah insyaf dan ingin menebus kesalahannya di masa lalu.
Lulusan Sekolah Teknik Mesin itu juga mengikuti pelatihan public speaking mantan teroris. Menurutnya, itu sangat bermanfaat untuk menciptakan orang-orang yang pernah mengalami pemahaman ideologi menyimpang bisa melakukan edukasi di tengah masyarakat.
"Kita juga ingin menjadi agen perdamaian. Jaga NKRI dengan menyebarkan salam perdamaian kepada masyarakat agar radikalisme dan terorisme tidak bisa tumbuh lagi," jelasnya.
Menghadapi propaganda radikal terorisme, Iqbal menyarankan generasi muda bisa menjadi agen perdamaian di dunia maya. Dia mengatakan itu akan menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI.
"Jadilah pahlawan dengan menjadi agen perdamaian baik di dunia nyata maupun dunia maya. Warisan kemerdekaan dari pahlawan ini adalah warisan terbaik buat bangsa Indonesia. Mari kita jaga kemerdekaan dan keutuhan NKRI," kata Iqbal.
Dia mengaku ironis melihat kemajuan informasi teknologi yang tidak hanya membawa kebaikan, tapi banyak juga dampak negatifnya. Kemajuan teknologi dimanfaatkan kelompok radikal dalam melakukan propaganda merekrut anggota baru.
"Kalau dulu pahlawan berjuang mengangkat senjata, sekarang generasi muda bisa menjadi pahlawan dengan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal baik," tandasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya