Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pesan Jokowi ke Pimpinan dan Dewas KPK: Ekonomi Tumbuh, Iklim Usaha Meningkat

Pesan Jokowi ke Pimpinan dan Dewas KPK: Ekonomi Tumbuh, Iklim Usaha Meningkat Pelantikan Dewan Pengawas KPK. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan tertutup dengan lima pimpinan dan dewan pengawas KPK baru dilantik di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (20/12). Jokowi memberikan beberapa program besar pemberantasan korupsi kepada pimpinan dan dewan pengawas KPK.

"Program kita tetap kepada pemberantasan korupsi. Beliau menyampaikan peta besar program nasional dalam rangka mencapai tujuan nasional. Itu yang disampaikan," ungkap ketua KPK Firli Bahuri usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Firli mengatakan, Presiden Jokowi hanya menyampaikan beberapa hal soal membangun bangsa agar mencapai tujuan nasional. Yaitu seluruh rakyat Indonesia terlindungi, terayomi, Indonesia sejahtera, Indonesia sehat.

"Ekonomi tumbuh, iklim usaha meningkat, investor memberikan kita kemudahan-kemudahan itu aja," ungkap Firli.

Jokowi juga berpesan agar KPK adil dalam bertindak. Hal itu supaya tujuan negara tersebut terwujud.

"KPK adil dalam rangka mewujudkan tujuan negara," ungkap Firli.

Hari ini diketahui Presiden Jokowi melantik lima pimpinan baru dan dewan pengawas KPK. Pelantikan pimpinan baru dan dewan pengawas KPK ini bersamaan di Istana Negara, Jakarta.

Lima pimpinan KPK tersebut yaitu Irjen Firli Bahuri (Kepala Polda Sumatera Selatan), Nawawi Pomolango (hakim di Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali) dan Lili Pintauli Siregar (Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban/LPSK) periode 2013-2018.

Kemudian Nurul Ghufron (Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember) dan Alexander Marwata (komisioner KPK petahana sekaligus mantan hakim tindak pidana korupsi).

Sementara lima dewan pengawas KPK yakni Tumpak Hatorangan Panggabean (Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2003-2007), Harjono (Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP) dan Albertina Ho, mantan hakim. Lalu Artidjo Alkostar, mantan hakim agung dan terakhir Syamsudin Haris (peneliti LIPI).

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP