Perunggu AYG 2025 Jadi Batu Loncatan, Queenita Taekwondo Siap Sabet Emas di Olimpiade Remaja 2026!

Atlet muda taekwondo Indonesia, Queenita Keisha Azzahra, menargetkan medali emas di Olimpiade Remaja 2026 setelah sukses meraih perunggu di Asian Youth Games 2025, memicu semangatnya untuk terus berjuang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perunggu AYG 2025 Jadi Batu Loncatan, Queenita Taekwondo Siap Sabet Emas di Olimpiade Remaja 2026!
Atlet muda taekwondo Indonesia, Queenita Keisha Azzahra, menargetkan medali emas di Olimpiade Remaja 2026 setelah sukses meraih perunggu di Asian Youth Games 2025, memicu semangatnya untuk terus berjuang. (AntaraNews)

Atlet taekwondo muda Indonesia, Queenita Keisha Azzahra, berhasil meraih medali perunggu. Pencapaian ini didapatnya pada ajang Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025. Turnamen bergengsi tersebut berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober.

Meski meraih perunggu, Queenita tidak berpuas diri dan kini menatap target yang lebih tinggi. Ia bertekad untuk meraih medali emas pada Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026. Ajang tersebut dikenal juga sebagai Olimpiade Remaja 2026.

Pencapaian di AYG 2025 menjadi motivasi besar bagi atlet berusia 16 tahun ini. Queenita berjanji akan memperbaiki teknik dan meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini disampaikan dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (26/10).

Perjalanan Gemilang Menuju Perunggu AYG 2025

Queenita Keisha Azzahra menunjukkan performa gemilang sejak babak awal kompetisi. Ia berhasil menundukkan wakil Jepang, Nana Kawashima, dengan skor 2-0. Kemenangan ini diraih melalui keunggulan point impact yang signifikan.

Langkah Queenita berlanjut ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Di babak ini, ia kembali tampil memukau melawan Nurailym Bakytzhankyzy dari Kazakhstan. Queenita berhasil mengalahkan lawannya dengan skor telak 2-0 (5-0, 1-1).

Namun, perjalanan Queenita harus terhenti di babak semifinal. Ia menghadapi wakil Korea Selatan, Siwoo Lee, dalam pertarungan tiga set yang sangat ketat. Setelah kalah 1-3 di set pertama, Queenita sempat membalas 2-1 di set kedua, namun akhirnya menyerah 8-3 di set penentu.

Meskipun tidak mencapai final, hasil ini mengantarkan Queenita meraih medali perunggu. Pencapaian ini menjadi medali pertamanya dalam ajang multi-event internasional. Queenita merasa bangga atas perjuangannya hingga titik ini.

Tekad Kuat Menuju Olimpiade Remaja 2026

Dengan medali perunggu di tangan, Queenita kini memfokuskan pandangannya pada Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026. Ia memiliki target besar untuk menjadi juara di ajang bergengsi tersebut. Keyakinan ini didasari oleh potensi dan semangat juangnya.

Queenita mengakui bahwa ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki dalam latihannya. “Setelah ini harus lebih percaya diri, lebih semangat, dan memperbaiki teknik, terutama serangan yang masih kurang berani,” ujar Queenita dalam keterangan resminya.

Pencapaian ini menjadi batu loncatan penting dalam kariernya. “Saya bangga bisa dapat medali di multievent pertama. Sebenarnya saya merasa bisa sampai final, tapi kurang fokus dan kecolongan,” katanya, merefleksikan pengalamannya.

Rasa syukur juga disampaikan Queenita kepada pihak-pihak yang telah mendukung perjalanannya. “Terima kasih buat Ayah dan Bunda yang selalu mendoakan, untuk pelatih yang terus mendukung, dan untuk diri sendiri yang sudah berjuang sampai titik ini,” tambahnya. Dukungan ini menjadi pendorong semangatnya untuk menghadapi Olimpiade Remaja 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi