KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pertemuan terakhir dengan Gusti Noeroel

Kamis, 12 November 2015 10:25 Reporter : Wisnoe Moerti
Gusti Noeroel di RS. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang magrib pekan lalu, lantai 4 Gedung Carolus RS Borromeus Bandung ramai dipadati keluarga pasien dan penjenguk. Beralaskan tikar, Parimita Wiyarti atau akrab disapa Mbak Mita, Rasika Wiyarti atau akrab disapa Mbak Rika dan Wimaya Wiyarti atau biasa disapa Mbak Maya memilih duduk di dekat aquarium yang ada di lantai itu.

"Ibu dirawat di dalam (ruang intermediate) karena gulanya tinggi," ujar Mbak Mita.

Ibu yang dimaksud tak lain Gusti Noeroel, ibu kandungnya. "Nanti diantar Mbak Rika ke dalam, sekalian saja jenguk, lihat kondisi ibu," katanya lagi.

Batas waktu jenguk bagi keluarga pasien hanya menyisakan 30 menit. Memasuki ruang perawatan intensif, nampak seorang perempuan terbaring lemas di atas ranjang. Selang infus melingkar di atas tubuhnya. Di samping tempat tidurnya terpasang alat pengukur jantung dan tekanan darah.

"Tekanan darahnya belum stabil, kadang turun, kadang naik. Bawahnya yang rendah sekali cuma 50-an," cerita Mbak Rika.

Sayup-sayup terdengar suara sangat pelan. "Kuwi sopo (itu siapa)?" Itu kalimat pertama Gusti Noeroel saat merdeka.com menjenguknya beberapa pekan lalu. Suaranya sangat pelan, nyaris tak terdengar. Terkadang Rika harus sedikit mendekatkan telinganya untuk bisa mendengar perkataan ibunya.

"Meniko wartawan saking Jakarta. Asmanipun Wisnoe Moerti. Bade jenguk eyang (Ini wartawan dari Jakarta. Namanya Wisnoe Moerti. Mau jenguk eyang)," Rika menjelaskan.

Senyum menghiasi wajahnya. Sambil mengangguk dia mendengarkan penjelasan putrinya. "Kok koyo Bule (kok seperti orang asing)?" kata Gusti Noeroel. Kami pun tersenyum mendengar candaan yang disampaikan Gusti Noeroel.

"Suarane elek (suaranya jelek)" tambahnya.

"Nanti disuruh latihan vokal dulu biar suaranya bagus," kata Rika menanggapi pernyataan ibunya.

Kami pun kembali tertawa. Meski usianya kini sudah menginjak 94 tahun, selera humor Gusti Noeroel tak berkurang. "Ibu memang dari dulu senang bercanda," ucap Rika.

Beberapa kali Gusti Noeroel meminta makanan kesukaannya. Lidah sapi dan sup asparagus. "Momo yo senenge lidah," kata Gusti Noeroel. Momo adalah panggilan untuk ayahnya, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VII. Dia adalah raja Mangkunagaran, Solo.

Ketika merdeka.com menjenguknya, Gusti Noeroel sudah lima hari terbaring di rumah sakit. Sesekali dia tak bisa menahan rasa sakit di bagian kakinya. Penyebabnya, kaki kirinya selalu ditekuk agar dia merasa nyaman di atas tempat tidur. Rika merespon keluhan ibunya. Dengan telaten dia memijat kaki Gusti Noeroel.

Sambil berbincang dengan ibunya, Rika beralih memijat dan mengelus tangan kanan ibunya. Sesekali dia mengusap air mata Gusti Noeroel. Urat nadi nampak jelas tergurat di balik putihnya kulit Gusti Noeroel. Walaupun usianya sudah sepuh, masih tersisa aura kecantikannya semasa mudanya. Wajar saja jika dulu mata kaum lelaki tertuju pada sosok Gusti Noeroel.

Dari cerita yang dihimpun merdeka.com, semasa mudanya Gusti Noeroel jadi idola kaum adam. Tiap kali Gusti Noeroel melakukan hobinya berkuda, sejumlah pemuda selalu menunggunya di depan Pura Mangkunagaran (kediaman keluarga kerajaan Mangkunagaran). Kecantikannya juga membius Sukarno, Sutan Sjahrir, hingga Sultan HB IX. Tapi tokoh-tokoh bangsa itu terpaksa harus gigit jari lantaran cintanya ditolak Gusti Noeroel. Bukan tanpa alasan Gusti Noeroel menolak cinta ketiganya, dia berpegang pada pesan ibunya, G.R.Ay. Mursudijah atau yang dikenal dengan Gusti Kanjeng Ratu Timoer, agar jangan pernah mau dimadu.

Kecantikan Gusti Noeroel juga tidak lepas dari peran ibunya yang selalu mengajarkannya merawat tubuh dan kecantikan. Mulai dari perawatan rambut, kulit, hingga cara berpakaian. Ramuan rahasia kecantikan Gusti Noeroel ini yang akhirnya diberikan ke Martha Tilaar.

"Bu Martha dapat ramuannya dari Bu Gusti Noeroel," ujar Ully Hermono, penulis buku 'Gusti Noeroel, mengejar kebahagiaan' saat berbincang dengan merdeka.com.

Jam besuk pun berakhir. Sebelum merdeka.com meninggalkan ruangan perawatan, Gusti Noeroel sempat tersenyum. Bahkan tangannya sempat melambai saat langkah kami perlahan menuju pintu keluar. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Gusti Nurul
  2. Bandung
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.