KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Perppu Ormas dinilai dapat menekan kebebasan berpikir seseorang

Senin, 17 Juli 2017 16:48 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Mahasiswa Islam di Bandung demo tolak Perppu Ormas. ©2017 Merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Puluhan massa tergabung dalam Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam (FPMI) Jawa Barat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Aksi itu sebagai bentuk penolakan terkait terbitnya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 pengganti UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

"Kami di sini menolak keras Perppu Ormas yang diterbitkan beberapa waktu lalu," kata Koordinator aksi FPMI Fauzi Ihsan Jabir, di sela-sela aksi demonstrasi, Senin (17/7).

Dia menilai, Perppu pembubaran Ormas mengandung sejumlah poin-poin yang justru akan membawa Indonesia kepada rezim diktator yang represif serta otoriter. Dalam beberapa pasal yang sudah diteken Presiden Joko Widodo itu dikhawatirkan akan menekan kebebasan berpikir orang yang akan tergabung dalam sebuah Ormas.

"Perppu tentang Ormas ini sangat berbahaya. Bahkan kami menilai bisa membawa negeri ini kepada era rezim diktator, lihat saja pasal 28-a di situ kita bisa melihat kalau Perppu ini menekan kebebasan berpikir seseorang," imbuhnya.

Dia menuding pemerintah sewenang-wenang menerbitkan Perppu tersebut. Sebab dengan hadirnya Perppu itu, pemerintah bisa membubarkan Ormas tanpa sebuah proses peradilan.

"Selain itu kesewenang-wenangan pemerintah juga terlihat ketika sistem peradilan dalam pembubaran Ormas juga tidak ada lagi dengan Perppu ini," tandasnya.

Dengan alasan itulah, pihaknya meminta pemerintah bisa mencabut Perppu tersebut. Dia mengancam akan menurunkan massa yang lebih besar jika aspirasi tidak menjadi pertimbangan pemerintah.

"Maka untuk itu kami meminta kepada pemerintah agar Perppu Nomor 2 tahun 2017 ini segera dicabut dan tidak di berlakukan," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Perppu Pembubaran Ormas
  2. Bandung
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.