Perkembangan Mengejutkan TGPF Setelah Berbulan-bulan Usut Kasus Novel Baswedan

Kamis, 11 Juli 2019 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Perkembangan Mengejutkan TGPF Setelah Berbulan-bulan Usut Kasus Novel Baswedan Aktivitas Novel Baswedan. ©Liputan6.com

Merdeka.com - Setelah enam bulan berjalan, masa kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan berakhir. Tim menyerahkan laporan hasil investigasi kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hasil perkembangan kasus penyiraman penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu cukup mengejutkan. Para anggota TGPF mengungkap perkembangan hasil. Apa saja? Berikut rangkumannya:

1 dari 4 halaman

TGPF Periksa Jenderal Bintang Tiga

jenderal bintang tiga rev1

Dalam investigasi kasus penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sempat melakukan pemeriksaan terhadap jenderal bintang tiga. Pemeriksaan itu berdasarkan hasil penyelidikan Polda Metro Jaya, Ombudsman dan Komnas HAM.

Sayangnya TGPF enggan mengungkap identitas para pati tersebut. "Pada kasus ini ada juga beberapa jenderal bintang tiga yang kami periksa itu. Jangan salah. Semua yang dituduh kami periksa lagi. Semua yang diperiksa oleh penyidikan lalu, kami periksa lagi," kata anggota TGPF Hermawan Sulistyo.

Kapolri Tito Karnavian masih enggan berkomentar saat ditanya perkembangan kasus penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan.

2 dari 4 halaman

Penyiraman Diduga Dilatarbelakangi Politik

dilatarbelakangi politik rev1

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan diduga berlatar belakang politik. Dugaan ini dari hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) selama enam bulan.

"Novel itu kan orang KPK, bisa dilihat bahwa ada latar belakang politik, dan itu kan selama ini dari awal perkara ini juga sudah dilempar terus persoalan ini untuk Polri harus mengungkap dan sebagainya. Itu kan artinya bahwa kasus ini memang bisa dikatakan high profile, maksud saya itu," kata anggota TGPF Hendardi.

3 dari 4 halaman

Investigasi Sampai ke Luar Kota

ke luar kota rev1

Untuk mengembangkan para saksi, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan melakukan investigasi ke beberapa kota di Indonesia. Investigasi berdasarkan penyelidikan sebelumnya. Terbang ke luar kota perlu dilakukan untuk memastikan pihak yang diduga terlibat.

"Karena itu kenapa kami ada di Ambon, Malang, Kebumen, dan sebagainya, jelas bukan pelesir, itu urusannya dalam pengembangan saksi-saksi," kata anggota TGPF Hendardi.

4 dari 4 halaman

Tanggapan Novel Baswedan

baswedan rev1

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berharap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasusnya tidak hanya berspekulasi soal orang-orang yang terlibat penyerang. Dia meminta tim segera mengungkap nama pelaku-pelaku yang melakukan penyiraman air keras kepadanya. Untuk mengungkap aktor intelektual di balik penyerangan diperlukan keterangan dari pelaku di lapangan.

"Saya pikir jangan sampai hanya terjadi upaya untuk berspekulasi, siapa aktor intelektual, dalang, koordinator dan lain-lain, tapi melupakan pelaku lapangan," ujar Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/7). [has]

Baca juga:
Kapolri Pelajari Laporan TGPF Soal 3 Jenderal Polisi dalam Kasus Novel Baswedan
Novel Berharap TGPF Tak Berspekulasi Soal Aktor Intelektual dan Pelaku Penyerangan
Polri Belum Ungkap Sosok Jenderal Bintang Tiga yang Diperiksa TGPF Kasus Novel
TGPF Novel Baswedan Sampaikan Hasil Akhir Temuan ke Publik Pekan Depan
Laporkan Hasil Akhir, TGPF Novel Baswedan Temui Kapolri
Amnesty International Indonesia Referensi Kapolri Bentuk Tim Baru Kasus Novel

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini