Peringati World Dance Day, ratusan penari bakal meriahkan Solo 24 Jam menari
Merdeka.com - Ratusan kelompok penari dari dalam dan luar negeri akan memeriahkan gelaran Solo 24 Jam Menari, yang diselenggarakan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Minggu (29/4). Kegiatan tersebut untuk memperingati World Dance Day (Hari Tari Sedunia).
Humas ISI, Esha Karwinarno mengatakan, kegiatan 24 Jam Menari tersebut sudah berjalan selama 12 tahun. Khusus tahun ini, didukung lebih dari 160 kelompok seni.
"Tahun ini ada 160 kelompok seni dalam dan luar negeri. Mereka berasal dari keraton, perguruan tinggi seni maupun non seni se-Indonesia, sanggar tari, siswa SMP, SMA, SMK, guru tari dan lainnya," ujar Esa kepada merdeka.com, Kamis (26/4).
Esa merinci, kelompok seni yang dipastikan hadir di antaranya dari : Atambua-Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sintang-Kaltim, Cirebon, Indramayu, Yogyakarta, Riau, Belitung, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sumbawa Barat, Sumbawa, Nias, Papua, Surakarta, Semarang, Madiun, Jakarta, Karanganyar, Jawa Barat, Manado, Majalengka, Jawa Timur, Kudus, Surabaya, Tegal, Gunung Kidul, Boyolali, Karimun-Kepri, Klaten, Palembang, Bogor, Bandung, Sumatra Barat, Lampung, Sleman, Magelang, Nganjuk dan Subang. Sedangkan tamu luar negeri yang bersedia hadir berpartisipasi di antaranya Prancis dan Tiongkok.
"Tahun ini peserta di luar dugaan, mereka sangat antusias. Sehingga panitia tidak berani membuka pendaftaran terlalu lama," katanya.
Menurut Esa, hanya waktu beberapa hari saja permintaan menjadi pengisi acara sudah mencapai lebih dari 150 peserta. Mereka datang dengan semangat kebersamaan, rasa persaudaraan, dan tanpa keluh rela mengeluarkan biaya sendiri tanpa fasilitas apa pun dari panitia penyelenggara.
Hal tersebut semata-mata karena tingginya kesadaran mereka untuk menjalin silaturahmi, berinteraksi, dan berolah tubuh bersama demi satu napas yang disebut 'peradaban'.
Esa menambahkan, World Dance Day 24 Jam Menari kali ini mengusung tema 'Menguak Peradaban'. Tema ini, lanjut dia, menunjukkan kesungguhan seluruh insan tari dari pelosok negeri dalam membangun citra bangsa, menyatu dalam keberagaman, menjadi bangsa yang santun, beradab, mulia, dan bermartabat.
Perhelatan 24 Jam Menari mendorong semua pendukung acara, institusi, panitia, penampil, penonton, dan kritikus tari untuk bersepakat bahwa event World Dance Day setiap tanggal 29 April dijadikan even akbar dunia tari di Indonesia.
"World Dance Day 24 Jam Menari ini bukan sekedar aktivitas kesenian yang menampilkan keglamoran ataupun hura-hura, tetapi suatu forum interaksi untuk menjalin komunikasi dan kebersamaan, sehingga terbangun integritas sosial, baik secara horizontal maupun vertikal, " jelasnya.
Lebih lanjut Esa menyampaikan, ada empat tujuan diselenggarakannya World Dance Day 24 Jam Menari. Yakni menguatkan spirit kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara lewat dunia tari; mengokohkan jati diri bangsa melalui tradisi yang mengkini; mengokohkan disiplin keilmuan tari dan membangun kreativitas, apresiasi, serta menjadikan event tari.
Sebagai puncak acara event 24 Jam Menari akan menyodorkan gagasan dan pemikiran seorang sutradara sekaligus budayawan Garin Nugroho. Gagasan tersebut disampaikan dalam bingkai orasi budaya pada acara closing ceremony Senin 30 April 2018 pukul 6.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut 3 srikandi akan menari selama 24 jam nonstop. Ketiga penari tersebut adalah Sri Anjani Safitri penari asal Sumedang, Agatha Irena Praditya asal Yogyakarta dan penari tuan rumah, Wirastuti Wiraningtyas.
"Ketiga penari ini akan menari 24 jam nonstop," jelas Esa.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya