Peringati Hari Santri, Wapres Tekankan Fungsi Pesantren Sebagai Agen Pemberdayaan

Rabu, 20 Oktober 2021 13:16 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Peringati Hari Santri, Wapres Tekankan Fungsi Pesantren Sebagai Agen Pemberdayaan Wapres Maruf Amin. ©2021 Merdeka.com/Genan Kasah

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pesantren kini tidak hanya sekedar mendalami agama, tapi telah bertransformasi. Dia menjelaskan, para santri kini menjadi agen pemberdayaan sehingga mampu menggerakkan perekonomian di lingkungan pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

“Perubahan pola kehidupan sosial masyarakat, adanya reformasi pendidikan, dan terjadinya era disrupsi, telah menuntut pesantren untuk terus melakukan penyesuaian dan perubahan dengan tetap menjaga citra eksistensinya,” katanya saat memberikan keynote speech dalam Webinar Internasional dalam rangka Peringatan Hari Santri 2021, yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (20/10).

Dia menekankan, transformasi peran pesantren telah dikukuhkan dalam UU No. 18 tahun 2019. Di dalam UU tersebut disebutkan, tiga fungsi utama pesantren, yaitu sebagai pusat pengkaderan pemikir-pemikir agama atau pesantren sebagai pusat penyiapan ahli agama sebagai lembaga yang mencetak sumber daya manusia dan sebagai lembaga yang melakukan pemberdayaan masyarakat.

“Melihat ketiga fungsi utama tersebut, maka kebangkitan perekonomian pesantren harus dimulai dari para santri,” ungkapnya.

Ma’ruf menjelaskan pemerintah telah membuat beberapa program untuk mendorong perkembangan perekonomian pesantren. Mulai dari program Santripreneur dan Petani Muda yang diluncurkan pada 2018.

“Program ini membentuk wirausaha-wirausaha baru di pondok pesantren, termasuk regenerasi petani, dan mengembangkan potensi lahan non-produktif di pesantren,” terangnya.

Sebab itu untuk mendukung program santripreneur dan menggerakan perekonomian pesantren, pemerintah juga memberikan dukungan berupa Kredit Usaha Rakyat Syariah (KUR Syariah) dan membentuk Bank Wakaf Mikro (BWM) untuk meningkatkan akses permodalan usaha di lingkungan pesantren.

“Untuk itu pesantren harus mampu memastikan kualitas produknya sesuai dengan selera pasar sehingga memiliki nilai jual yang kompetitif,” ungkapnya.

Selain meningkatkan pemberdayaan ekonomi, dia juga berpesan kepada para santri agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba digital.

“Jika pesantren tidak dapat beradaptasi dan bertransformasi sejalan dengan perubahan zaman, maka eksistensi pesantren dapat terancam, dan lulusannya pun akan menjadi orang asing di zamannya,” pungkas Ma’ruf. [fik]

Baca juga:
Menko PMK Mendorong Santri Jadi Agen Tangkal Ideologi Merusak
Menengok PNS Kota Bogor Berpakaian ala Santri
Pemkot Bogor Ubah Salah Satu Nama Jalan Raya, Ini Alasannya
Kisah Santri Penghafal Alquran Super Cepat di Cilacap, Ternyata Ini Rahasianya
Peringati Hari Santri Nasional, Ibas Bagikan Wifi Gratis
Cak Imin Harap Pesantren Jadi Solusi Kedaruratan Pendidikan Nasional

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini